Sebuah Kisah Ulat Fabre
Fabre mengambil beberapa ulat, meletakkannya pada bibir pot bunga sedemikian rupa sehingga mebentuk lingkaran penuh ulat di pinggir pot bunga, ulat yang paling depan menyentuh yang paling belakang, sehingga terbentuk lingkaran ulat.
John Henry Fabre adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis. Suatu waktu ia pernah mengadakan percobaan unik terhadap sekelompok ulat. fabre menyediakan sebuah pot bunga bulat dimana ditengah pot bunga diletakkan daun-daunan yang merupakan makanan pokok ulat yang menjadi percobaan.
Fabre mengambil beberapa ulat, meletakkannya pada bibir pot bunga sedemikian rupa sehingga mebentuk lingkaran penuh ulat di pinggir pot bunga, ulat yang paling depan menyentuh yang paling belakang, sehingga terbentuk lingkaran ulat.
Kemudian mulailah ulat-ulat tersebut berjalan beriringan mengelilingi pot bunga, berputar-berputar dan terus berputar, menit demi menit, beberapa ulat ini terus berputar, jam demi jam belalu, hari demi hari berlalu hingga akhirnya ulat-ulat ini mati karena kelaparan mencari makanan. Padahal pada radius 10 centi dari mereka terdapat banyak sekali makanan kesukaan mereka.
Mereka telah bekerja keras mencari makanan, namun karena masing-masing ulat tersebut memilih untuk “membutakan” mata mereka, pasrah mengikuti ulat didepannya, maka matilah mereka bersama-sama di dekat dengan makanan yang mereka cari.
Banyak setiap insan di bumi tercinta ini menjalani kesalahan yang sama dengan ulat-ulat tersebut, (tanpa bermaksud membanding2kan, hanya sedikit mengambil hikmah dari percobaan Fabre saja)
Banyak insan yang lebih banyak melihat keterbatasan yang terjadi pada lingkungannya ketimbang menggunakan daya dan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Banyak insan yang mengekor pada orang lain, mengekor pada keadaan, mengikuti arus, tanpa mempunyai arah dan tujuan diri sendiri yang jelas. Banyak insan yang tidak menyadari bahwa di sekitar mereka, tidak jauh dari mereka terdapat banyak peluang keberhasilan yang menunggu, namun karena mata “dibutakan” oleh situasi, kondisi, dan lingkungan yang mereka ikuti, mereka tak dapat menangkap peluang sukses tersebut.
Tidak ada yang salah apabila kita mengikuti dan mengekor pada orang, tidak ada yang salah apabila kita memiliki idola dan tokoh favorite, tidak salah juga jika kita bersikap realistis dengan kondisi lingkungan sekitar kita.
Penekanannya hanya pada jawaban jujur dari diri kita atas pertanyaan berikut ini seberapa besar kita memegang kendali terhdap hidup kita?
People find:
fabre adalah, kisah ulatLeave a comment
Kategori
- Bisnis Online (16)
- Catatan Pribadi (16)
- Entrepreneurship (8)
- Inspirasi (14)
- Jalan Jalan (7)
- Referensi (14)
Recent Post
- Google Panda dan Perubahan – Sebuah Krisis atau Kesempatan?
- Adsense HPK Uncover Secrets – Bagaimana Mendapatkan Harga Per Klik yang Tinggi
- Belajar Internet Marketing – dari Workshop, Ebook, Forum atau teman?
- Pembicara Internet Marketing – Sebuah Pilihan
- BerSahabat dengan Google Panda melalui King-Kong
- Lowongan Kerja Web Writer Palembang
- 10 SEO Tips untuk Google yang Baru (Google Panda)
Recent Comment
- Lestari on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- IBay on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- fleacock on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- Reza on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- fail on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- jokos on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA
- boypeace on Tips Memperkuat Sinyal Internet 3G HSDPA


