My Super Team

Akhirnya ketemu juga ni pasword blogger, saking kelamaan ngga di update. ampe lupa paswordnya… Bukan cuma karena lama tak di buka, tapi ini juga dikarenakan banyaknya account dan pasword yang dilogin di internet setiap hari. Bayangkan dari email pribadi (ada 3), email kantor (ada 2), email hrd, forum kantor, kaskus, kafegaul, YM, serta berbagai forum-forum yang kuikuti… Walaupun account dan paswordnya muter2 itu -itu aja.. tapi kadangkala keder juga yaaa… hehehe

Oke. Im back to my blog..

Baru-baru ini saya sering mendengar diputarnya lagu November Ceria di salah satu televisi swasta. Keceriaan November yang dibawakan dalam lagu itu seakan menghampiri kondisi saya dan rekan-rekan yang berada di Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS). bukan dalam arti ceria sekedar having fun, tapi benar-benar ceria dalam pekerjaan dan tantangan yang kami hadapi. Uniknya PeRasaan ceria ini tidak hanya manis, bahagia, dan senang saja, tapi ada sedih, sebal, capek, lelah dan marah. Keceriaan yang beraneka rasa….

Sejak start sehabis lebaran, keceriaan kami dimulai dengan seminar dan open house typss. Walaupun ramai diminati masyarakat, bisa taking profit sedikit, namun tim saya harus kehilangan salah satu bagian penting yang sangat signifikan. Ibarat bangunan yang terdiri dari 12 fondasi. Satu fondasi kami runtuh mengakibatkan bangunan sedikit pincang.

Tapi apa mau dikata, bangunan ini harus segera take off… begitu yang saya sering ucapkan pada tim saya.. Kemudian berturut-turut sales kami cetak dari program seminar, reguler, perusahaan.. dan coaching.. dengan tim berjumlah hanya tujuh orang, termasuk saya dan Office boy yang merangkap seksi segala macam. TYPSS sukses menggelar pelatihan untuk 2 kelas reguler, telkomsel, Trans 7, bukopin, depdiknas, dexa medica dan bank mandiri, dengan total lebih dari 200 orang. Belum termasuk beberapa perusahaan yang Hari H nya pada satu dan dua minggu kedepan..

Tim saya sungguh tim yang super… jalannya program belum lagi ditambah dengan kesibukan persiapan di Pameran Franchise & License Expo. Walaupun stand sangat sederhana (bahkan diprotes salah satu stakeholder-Sial!!-apakah tidak lihat beban kerja kita!) namun jumlah pengunjung stand typss cukup banyak, bahkan beberapa pengunjung merupakan potential mitra bisnis di masa yang akan datang.

Tim saya adalah tim super.. walaupun ada beberapa kelemahan disana dan disini.. Tim yang saya bentuk dari fresh graduate ini benar benar sudah mulai munjukkan hasilnya.. seperti anak-anak yang mulai dewasa. memperlihatkan kemapanan, kemandirian, dan loyalitas yang membuat saya tersenyum. Tersenyum karena kontribusi yang luar biasa kepada perusahaan. tersenyum karena secara pribadi saya sangat puas dapat mengeluarkan potensi mereka, yang tadinya terpendam, masih hijau, bahkan belum ada pengalaman, (ingatan saya masih jelas ketika langkah saya diprotes oleh stakholder mengangkat beberapa dari mereka).. Dengan sedikit resources yang diberikan pada saya, Alhamdulillah tim super ini terbentuk…. Kembali meluruskan jalan intitusi yang dicanangkan lepas landas tahun depan.

15 November 2007 – catatan di tengah mobilitas yang luar biasa–
sukses untuk kita semua

Nov 15, 2007
Fico Maulana
Uncategorized

NASIB

Seorang manusia berteriak-teriak dipinggir jalan, dikala matahari sedang tepat di atas kepala, ditengah lalu lintas yang semrawut.. Dia berteriak..

“Nasib-nasib.. dagangan kagak laku. anak lagi sakit, istri lagi hamil lagi.. kagak ada untung untuk beli obat ama susu.. terpaksa cari utangan lagi ni.. nasib nasib jadi orang susah…”
Rupanya beliau adalah pedagang kali lima, berjualan kacamata dan aksesoris pengendara motor sepertu sarung tangan dan masker. Hari itu dagangannya sengat sepi. dari pagi berjualan belum ada pembeli satupun.. nasib… begitulah katanya…

Namun, apakah nasib itu?
Apa yang disebut nasib?
APakah nasib itu datangnya dari Tuhan?
Apakah nasib bisa dirubah?

PErcayakah Anda jika dikatakan bahwa Nasib Anda adalah Anda yang menentukan?
PErcayakah Anda jika dikatakan Anda dapat memilih nasib apa yang akan Anda alami?

Kebanyakan insan manusia tidak mempercayainya.. kebanyakan dari kita percaya bahwa nasib itu datang dari Tuhan seperti halnya takdir.. nasib baik atau buruk datangnya dari Tuhan
nasib untung atau rugi merupakan pemberian Tuhan
nasib mujur atau sial juga datang dari Tuhan
sehingga kita meyakini bahwa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah seperti nasib yang ada pada diri kita. nasib kita ialah kehidupan kita.
nasib menjadi pedagang kali lima, inilah hidup kita
nasib menjadi buruh kasar, inilah hidup kita
nasib menjadi pegawai negeri dengan gaji pas-pasan, inilah hidup kita
nasib menjadi pengamen jalanan , inilah hidup kita,
nasib menjadi orang miskin, inilah hidup kita..

Namun sesungguhnya nasib kita ada di tangan kita sendiri, kehidupan kita adalah kita yang menentukan..
Sesungguhnya Kehidupan kita adalah jumlah dari semua pilihan yang kita buat, baik secara sadar maupun tidak. kehidupan kita merupakan hasil dari keputusan yang kita ambil atas berbagai pilihan yang ada setiap hari, dan setiap waktu.

Setiap pagi kita terbangun dengan berbagai pilihan yang dapat kita pilih sendiri. Pilihan-pilihan yang dapat kita ambil untuk menentukan kualitas kehidupan kita.Pilihan yang kita tentukan untuk menentukan nasib kita. Pilihan untuk mengendalikan dan menggunakan kekuatan untuk memilih itu sendiri. Sungguh sebuah daya alam semesta yang luar biasa jika kita mampu mengendalikan dan menggunakan daya pilih tersebut. Sayangnya , insan manusia kebanyakan tidak menyadari secara langsung daya pilih yang ada pada dirinya. Daya pilih yang merupakan anugrah terbesar dari Yang Maha Kuasa.

Kita dapat memilih pikiran tentang kebahagiaan bukan air mata, kita dapat memilih pikiran optimisme bukan pesimisme, harapan bukan keputusasaan, kesehatan bukannya penyakit, kekayaan bukannya kemiskinan, kebersamaan bukannya kesendirian, semangat bukan kelesuan, kesuksesan bukan kegagalan, percepatan bukannya perlambatan, kekuatan bukannya kelemahan, rasa sayang bukannya kebencian, kita dapat memilih pikiran positif bukannya negatif.

Lalu bagaimana daya pilih ini akan menentukan nasib dan kehidupan kita?
Dunia eksternal yang terdiri dari material, lingkungan, keadaan, peristiwa , situasi yang terjadi sehari-hari dikehidupankita tentu mempengaruhi pikiran kita. ketika ini terjadi, saatnya menggunakan Daya pilih kita.

Ketika suatu peristiwa terjadi, pilihlah untuk berpikir positif, ketika pikiran kita positif, maka apa yang akan kita bicarakan akan menjadi positif, sikap kita juga akan menjadi positif, kemudian jika bicara dan sikap kita positif, tindakan kita juga akan menjadi positif, tindakan2 yang positif akan membentuk kebiasaan kebiasaan kita yang juga positif, kebiasaan kebiasaan kita secara tidak langsung akan membentuk karakter kita yang positif, selanjtunya karakter kita akan membawa nasib positif juga kepada kita, sehingga kehidupan kita akan bernuansa positif.
Namun apabila kita berpikir sebaliknya maka yang terjadi adalah benyak kenegatigan dalam bicara, sikap, tindakan, kebiasaan, karakter, hingga nasib dan kehidupan kita.

Kembali kepada pedagang kaca mata diatas, jika dia memilih untuk berpikir positif atau hikmah dari tidak adanya pembeli pada hari itu, mungkin ia tidak akan berteriak2 saja. Ada banyak pilihan yang bisa ia ambil. KArena nasibnya ditentukan oleh seberapa besar Daya Pilih yang ia gunakan.

“Siapa diri anda dan dimana anda berada ditentukan oleh apa yang masuk ke dalam pikiran anda. Anda mengubah siapa diri anda dan mengubah dimana diri anda dengan mengubah apa yang masuk ke dalam pikiran Anda” — Zig ziglar

Oct 3, 2007
Fico Maulana

Meet Henry Slide

Meet Henry

From: chereemoore, 5 months ago

An aspiring young professional with fine suits and fast cars, it’s fair to say that Henry has a slightly inflated ego. Recently, Henry was given a make-or-break career opportunity – to deliver a stunning presentation. So what did Mr. MBA do?

Within 24 hours he assembled a knockout PowerPoint, complete with a fancy company template and exquisite bullet points. Henry pulled out all the stops. He even made handouts of his slides. It was a recipe for success. So he thinks…

Meet Henry. He doesn’t know any better.

Today we live in a business culture that abuses the art and science of public speaking. It’s a culture where PowerPoint is the norm, reading from you slides is accepted, and wasting everyone’s time is a given. When you think about it, it’s really quite disturbing.

Now… meet Erica. Erica is changing the world.

SlideShare Link

Sep 26, 2007
Fico Maulana

Rumus Sukses

Bagaimanakah cara mencapai sukses?

adalah pertanyaan yang sering terlontar dari setiap insan.. jawabannya beragam, lain penanya dan penjawab, lain pula jawabannya..

namun ada satu rumus yang pernah saya dapatkan dari salah satu pelatihan pemberdayaan diri, rumus sukses ini juga terdapat dalam bebeberapa buku motivasi. Sharing Saja dan Semoga bermanfaat

Rumus tersebut: S = A + B + C + D
Sukses = Alat + Bekerja + Cita-cita + Doa

Rumus ini berlaku bagi setiap insan di muka bumi ini. Perbedaannya nya adalah orang kebanyakan membaca rumus ini dari kiri ke kanan. Sedangkan orang sukses membaca rumus ini dari kanan ke kiri

S = A + B + C + D
Sukses = Alat + Bekerja + Cita-cita + Doa

D + C + B + A = S
Doa + Cita-cita + Bekerja + Alat = Sukses

Apakah ada perbedaanya? tentu saja sangat besar sekali…

Mari kita bahas,

Jika dibaca dari kiri kekanan, makan untuk mencapai kesuksesan, terlebih dahulu harus menemukan alat yang tepat, kemudian bekerja, lalu menyesuaikan dengan cita-cita, langkah terakhir adalah berdoa..

Kebanyakan insan setelah menyelesaikan pendidikannya di universitas ia akan mencari kerja, apakah benar?
kiat pasti menjawab benar, namun jawaban kita sedikit melenceng, umumnya setelah selesai kuliah, insan manusia akan mencari alat untuk mencari kerja, yaitu Koran, koran hari sabtu atau minggu yang banyak iklan lowongannya… Kemudian yang dilihat biasanya adalah iklan yang berbahasa asing, berwarna, berukuran besar, karena asumsi mereka, semakin bersar ukuran iklan maka perusahaan tersebut pasti perusahaan bonafid. Jika perusahaan bonafid, tentu saja pendapatan untuk karyawan mereka semakin tinggi.
Alat mencari kerja lain dewasa ini mungkin adalah internet dan berbagai pameran bursa kerja.

Setelah mendapatkan pekerjaan dari hasil melihat koran setiap hari, maka mulailah mereka menjalani pekerjaan. Mereka mendapatkan gaji, penghasilan, tunjangan dan sebagainya dan sebagainya.. Saat ya mereka mulai bermimpi tentang rumah idaman, mobil mewah, liburan, gaya hidup dan sebagainya, yang ditukar dengan uang dari gaji mereka.. Cita-cita untuk mendapatkan rumah mewah misalnya, disesuaikan dengan penghasilan saat ini dan proyeksi penghasilan di masa yang akan datang.. dengan kata lain, CIta-cita mereka terkurung oleh pekerjaan mereka sendiri.

Setelah puluhan tahun bekerja, akhirnya banyak dari mereka yang sadar bahwa sebagian besar impian mereka belum terwujud. Barulah mereka berdoa kepada Tuhan, kenapa setelah sekian tahun bekerja impian mereka belum terwujud.
Atau mungkin mereka berdoa pada Tuhan agar dosa-dosa yang ia lakukan selama ini diampuni mengingat usia nya yang semakin tua…

Doa + Cita-cita + Bekerja + Alat = Sukses

Insan yang sukses akan memulai segala sesuatu dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ia memohon petunjuk, ridho serta jalan yang akan ia jalani. Insan sukses akan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Setelah berdoa, ia akan merenung dan berpikir, ia menentukan dan menuliskan cita-citanya, ia membuat peta Cita-cita yang ia inginkan. Ia Menuliskan Impian Hidupnya…
Insan sukses menuliskan dan memikirkan dengan sunguh-sungguh iimpiannya, membuat
alasan penting mengapa impian itu harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, mem-break down nya menjadi tujuan yanhg lebih spesifik serta mengukur nya dalam parameter waktu tertentu.

Setelah menetapkan cita-citanya, mereka mulai menetapkan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Mereka percaya bahwa tujuan mereka dapat tercapai. dan mereka bekerja keras untuk mencpainya.
Insan sukses juga menyadari bekerja keras adalah bekerja dengan cerdas, berkerja dengan cerdas adalah bekerja dengan alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Alat ini dapat berupa perkerjaan atau bisnis yang telah mereka canangkan dalam peta impian mereka.

Sep 25, 2007
Fico Maulana

Monyet dan Harimau

Kisah Monyet dan Harimau

Alkisah terdapatlah seorang anak harimau yang tersesat dari kumpulannya semenjak ia kecil. Anak harimau ini kemudian ditemukan oleh seekor monyet, melihat kondisinya yang lemah, maka sang monyet membawa harimau ini ke komunitasnya. Harimau kecil pun dirawat dan dibesarkan oleh sang monyet, selama bertahun-tahun harimau kecil hidup dalam komunitas monyet, makan, minum, bermain dan hidup laksana seorang monyet.

Suatu waktu kumpulan monyet ini–juga sang harimau kecil yang beranjak dewasa–bermain di sebuah pada ng rumput yang luas. Selagi asyik bermain, datanglah sekumpulan harimau-harimau besar… Kontan, para monyet pun lari tunggang langgang, begitu juga harimau kecil tadi…

Harimau besar pun keheranan, mengapa harimau kecil itu lari,batinnya. Maka dikejar lah harimau kecil tersebut, sambil ia berteriak, “heii.. kenapa kau lari harimau kecil.. heiiii…. ” Namun harimau kecil terus berlari ketakutan… harimau besar pun terus mengejar..dan akhirnya harimau kecil pun dapat ditangkapnya.

Harimau kecil pun sangat ketakutan, “jangan makan aku-jangan makan aku,” ujarnya. Harimau besar pun keheranan, “lho, saya tidak akan makan kamu, kamu itu harimau juga, sama seperti saya, harimau kok makan harimau” ujarnya.

“Bukan..bukan..saya monyet,” ujar harimau kecil.

“Kamu harimau!..” ulang harimau besar.

“bukan..saya monyet..saya monyett!!” kata harimau kecil.

Harimau besar terus berusaha menyakinkan harimau kecil, tapi si harimau kecil bersikeras dia adalah monyet.

Akhirnya harimau besar pun membawa harimau kecil ke pinggir telaga. dan menyuruh harimau kecil melihat pantulan dirinya di air. maka, sadarlah ia bahwa wajahnya, kulitnya, bentuk dirinya sama dengan ahrimau besar..”aku adalah harimau” ujarnya….(BU_EU)

***

Bukankah cerita ini merupakan refleksi yang indah tentang potensi manusia. Setiap manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang sama sama memiliki potensi luar biasa–dianalogikan dengan harimau. Ketika seorang bayi lahir, maka ia memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk sukses dan hidup bahagia sebagaimana bayi-bayi lain. Lalu mengapa ketika dewasa tumbuh perbedaan pencapaian. Ada yang sukses ada yang belum sukses.

Salah satu jawabannya adalah tercermin pada kisah diatas, sang harimau yang tumbuh dalam environment yang tidak tepat, terlena dan tidak menyadarinya. Sehingga mengira bahwa ia adalah monyet yang lemah, bukan harimau yang gagah.

Untuk mengembalikan sang harimau tadi, dibutuhkan Mentor yang menyadarkan, (dalam hal ini sang harimau besar). Proses nya dapat berupa pembelajaran, sharing, cerita, hingga pada proses pembuktian. Jikalau saat ini kita merasa seperti sang harimau kecil, maka beruntunglah kita saat ini karena ‘harimau-harimau besar’ telah banyak terdapat di berbagai toko buku, seminar, pelatihan, cd audio, dvd motivasi, mentor yang berpengalaman hingga Professoor Google yang luar biasa. Kuncinya hanya membuka RAS dalam otak kita. Open Mind! Semoga Kisah Monyet dan Harimau ini dapat menginspirasi kita semua.

Sep 25, 2007
Fico Maulana
Pages:«1...910111213141516

Fico Twitter

    follow me on Twitter

    Arsip

    Ikuti Tips Terbaru dari Blog ini:

    Enter your email address:

    Switch to our mobile site