Embrio TDA Mastermind Jak-Pus

Posted by ficomaulana on June 9, 2008  |   No Comments »
Dear Action member,

Alhamdulillah Pra pertemuan Mastermind Jakarta Pusat Tangan Di Atas (TDA) Community telah diadakan untuk pertama kalinya pada tanggal 7 juni 2008, bertempat di wisata makanan jakarta city center. Seperti telah diagendakan, pertemuan ini hanya bertujuan untuk mengumpulkan member TDA yang berdomisili di Jak Pus, dan tertarik untuk bermastermind di Jakpus. Pertemuan awal ini merupakan ajang tatap muka dan urun rembug terkait rencana pembentukan kelompok2 MM di jak-pus.

Alhamdulilah, niat baik saya disambut pula dengan komitmen tinggi dari member TDA yang hadir. tercata 12 orang hadir (5 ijin karena sakit/berhalanganhadir). Plus pak Iiim Direktur TDA. Jalannya pertemuan berlangsung luar biasa, pak Iim, yang juga Direktur baru TDA memaparkan bagaimana tata cara melakukan mastermind, nilai-nilai apa saja yang harus dipegang serta manfat-manfaat apa saja yang bisa dipetik melalui kegiatan Mastermind.
masing masing peserta juga memperkenalkan diri, berikut bisnis yang digeluti masing-masing.. Ada rekan yang baru saja memulai bisnis, ada yang telah lama memulai, ada yang telah membuka kios di JaCC. Ada juga yang telah berhasil mengeksporproduknya ke luar negeri.. sungguh luar biasa .

Di akhir pertemuan peserta menyempatkan diri berkunjung ke kios salah satu member yang hadir yaitu ibu pepi mudiana di Lt dasar JaCC. rupanya ibu Pepi juga baru 2 bulan membuka kios di JaCC, dan beliau kehabisan stock karena ramai peminat produk beliau.. wahhh.. luarbiasa…

singkatnya Pada pertemuan ini dihasilkan juga keputusan sebagai berikut:
1. mengagendakan pertemuan berikutnya yaitu tanggal 21 Juni 2008
di Wisata Makanan Jakarta City Center, Pkl. 14.00 – s.d selesai
2. pembagian kelompok akan dilakukan pada pertemuan berikut
3. menghimbau rekan-rekan TDA yang telah mendaftar ikut akan final dibentukkelompok mastermind jak-pus.

oya, bagi yang belum tau silahkan baca posting yang saya ambil dari rekan saya tentang Mastermind.

salam sukses

Faktor Sukses Public Speaking

Posted by ficomaulana on June 2, 2008  |   1 Comment »
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG BERBICARA DI DEPAN PUBLIK YANG SUKSES

1. Penggunaan humor dalam public speaking

Kemampuan membuat humor akan sangat membantu anda untuk merebut hati audiense dan keluar dari krisis. Seorang pembicara, kecuali pelawak, tidak diharapkan untuk membuat audiensenya tertawa terpingkal-pingkal sebagaimana halnya mereka menyaksikan badut. Namun demikian, kemampuan anda untuk membuat mereka tersenyum kemudian memberikan applause meriah kepada anda akan sangat membantu untuk mengurangi ketegangan dan kebosanan diantara mereka.

Tidak semua orang mampu menyampaikan cerita atau anekdot lucu. Sebelum memulai biasanya mereka sudah dihinggapi kekhawatiran apa yang mereka sampaikan tidak akan menciptakan kelucuan yang akhirnya malah membuat mereka kelihatan konyol. Kalau anda tidak bisa jangan lakukan! Tapi apabila anda mempunyai kemampuan untuk itu, ada beberapa tips yang
perlu anda perhatikan :

•Carilah waktu yang tepat kapan anda harus menyampaikannya
•Buatlah joke yang relevant dengan topik yang anda bawakan
•Jangan berlebihan
•Jauhi kesan anda sebagai pelawak atau badut
•Berhati-hatilah terhadap target humor anda. Hindari humor yang mengarah ke SARA atau humor sex yang vulgar, menjijikan serta yang menyerang pribadi dari salah satu audiense anda
•Usahakan subjek dari joke anda adalah anda atau dari keluarga anda sendiri
•Personifikasikan joke-joke anda seolah-olah kejadian itu memang pernah anda terjadi di diri anda atau keluarga anda
•Jangan lakukan apabila anda kurang yakin dengan kemampuan anda

Humor yang dihindari :
•Berselera rendah
•Menyerang seseorang atau golongan
•Tidak relevan

Mempraktekan humor adalah satu-satunya hal yang tidak bisa anda latih sendiri. Penyampaian humor memerlukan audiense sebagai parameter keberhasilan.

2.Bahasa tubuh

Metode komunikasi manusia tidak semata bergantung kepada kata-kata yang diucapkan. Gerakan fisik seseorang dapat menggambarkan apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan, siapa dirinya dan dari lingkungan mana ia berasal. Gerakan tubuh ini disebut bahasa tubuh.

Dalam konteks anda sebagai pembicara, penggunaan bahasa tubuh yang baik dan benar dapat mempermudah tugas anda untuk memberikan pengertian terhadap apa yang hendak anda sampaikan. Dalam beberapa kasus, bahasa tubuh ternyata lebih komprehensif dibanding kata-kata.

Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terdiri dari :
•Pakaian
•Gerakan tubuh/postur
•Kontak mata
•Gerakan tangan
•Ekspresi muka

2a.Pakaian
Ketika anda pertama kali muncul dalam pandangan seseorang, ia akan langsung membuat penilaian terhadap diri anda. Dengan cepat mereka akan menyimpulkan siapa dan darimana anda. Hal yang sama juga terjadi ketika anda pertama kali muncul di depan audiense. Cara berpakaian anda akan menunjukkan apakah anda satu dari mereka atau dari kelompok lain. Penyimpulan seperti ini dalam bahasa Inggris disebuit “Tribal Recognition” (pengakuan kesukuan), dan ini lumrah terjadi dimana-mana. Seseorang yang dianggap dari suku mereka akan diterima lebih mudah dibanding yang bukan. Sikap mereka akal lebih terbuka karena dianggapia mengetahui aspirasi, keinginan dan style mereka.

Kalau kita ibaratkan suku yang anda hadapi adalah audiense anda hadapi, anda harus berusaha untuk dapat dianggap satu dari mereka. Dengan mendapatkan pengakuan. Kans anda untuk didengar dan dianggap lebih besar.

Berpakaian pada saat berbicara didepan publik tidak selalu harus wah atau glamour. Berpakaianlah dengan menarik. Hindari perhiasan yang menegaskan anda bukan dari kelompok mereka. Hindari juga perhiasan yang berlebihan yang mengganggu konsentrasi mereka untuk mendengarkan pembicaraan anda. Perhatikan detil-detil kecil seperti sepatu yang mengkilap, kancing jas dan kemeja, stocking dsb. Ingat, karena anda berdiri didepan setiap bagian ditubuh anda terlihat oleh mereka.

Berpakaianlah sesuai dengan jenis audiense dan acara dimana anda tampil. Jangan berpakaian berlebihan sehingga audiense bukannya memperhatikan apa yang anda katakan tapi apa yang anda kenakan.

2b.Gerakan Tubuh
Elemen kedua yang akan diperhtikan audiense adalah postur tubuh dan bagaimana anda menggerakkannya. Ketika berada diatas panggung, postur dan gerakan tubuh anda memberikan gambaran tentang sikap/ perasaan anda terhapap forum yang anda hadapi. Kepala yang selalu menunduk dan melihat keatas menunjukkan anda yang tidak percaya diri. Kepala yang menghadap ke depan menandakan keyakinan yang penuh.

Pada saat muncul untuk pertama kali, perhatikan cara berjalan anda. Pastikan kedua kaki anda lurus pada waktu melangkah. Jangan berlenggang dan jangan pula terlalu tegap. Berjalanlah dengan tenang namun penuh kewaspadaan. Tegakkan kepala anda, pandanglah audiense anda dengan mata yang anthusias dan senyum. Ketika anda berbicara, pastikan tubuh anda mempunyai ruang yang cukup bernapas.

Banyak gerakan yang anda lakukan ketiuka sedang berbicara misalnya memasukkan tangan ke saku celana. Gerakan ini akan menimbulkan kesan kasual, dan berarti tidak cocok dengan forum formal. Anda juga bisa berjalan atau melakukan gerakan-gerakan bebas namun tetap terkontrol.
Lakukan gerakan-gerakan yang perlu saja. Usahakan setiap gerakan andabermakna. Gerakan-gerakan yang baik dan sesuai akan membuat pembicaraan anda lebih hidup.

2c.Kontak Mata
Kontak mata dengan audiense adalah faktor penting yang membuat acara berlangsung dua arah. Melibatkan audiense dalam acara dimana anda tampil akan membuat acara lebih hidup, terjadi interaksi dan andasendiri merasa mempunyai teman sehingga bisa mengurangi kegugupan.

Kemampuan menciptakan kontak mata dengan audiense pada saat berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang pembicara. Begitu banyak kita lihat pembicara yang terus berbicara tanpa melihat audiense yang ada di hadapannya. Komunikasi yang terjalin satu arah akan membuat penampilan anda kurang hidup dan cepat menimbulkan kebosanan.

Banyak yang tidak menyadari kontak mata dengan audiense adalah kontrol penampilan ketika diatas panggung. Dari lima panca indra yang dimiliki manusia, hanya matalah yang tak pandai berdusta. Dari mata audiense anda,anda akan segera mengetahui apakah ia menikmati pembicaraan anda atau sebaliknya.

Kontak mata adalah alat kontrol yang ampuh untuk mengetahui apakah anda pembicara yang membosankan atau menyenangkan.

2d.Gerakan Tangan
Sebagaimana gerakan tubuh/ postur, gerakan tangan juga dapat membantu anda memberikan pengertian yang lebih jelas terhadap apa yang ingin anda ungkapkan. Gerakan tangan juga dapat menunjukkan anthusiasime anda terhadap acara dan audiense yang dihadapi.

Agar supaya gerakan tangan tidak berlebihan, anda dapat mempelajari bagaimana orang disekitar anda berbicara sambil menggerakkan tangan. Dari percakapan sehari-hari ini ada dapat mengetahui cara berbicara dengan gerakan tangan yang wajar.

Banyak orang yang mempunyai kebiasaan yang buruk dengan tangan apabila sedang menjadi perhatian. Menggaruk-garukkan tangan atau kepala. Memegang-megang cincin di jari, memegang hidung dan jenggot adalah sebagian dari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Kalau anda merasa mempunyai kebiasaan buruk ini, anda tidak perlu khawatir. Anda bisa menghilangkannnya dengan latihan. Ajak seseorang untuk menemani anda pada saat latihan. Minta ia berteriak apabila anda melakukan kebiasaan buruk tersebut. Lakukan berulang-ulang.

Hindari membuat gerakan yang tidak perlu. Apabila gerakan tangan anda terlalu banyak, cobalah berbicara dengan tanpa gerakan sama sekali. Apabila masih banyak juga, siapkan cue card (lembar catatan) dan peganglah. Gerakan tangan biasanya tidak kita sadari dan lahir karena rasa gugup kita.

Hindari gerakan-gerakan yang tidak perlu. Usahakan setiap gerakantangan anda mempunyai makna.

2e.Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah yang paling mudah dilakukan adalah senyum. Senyum yang tulus dan tidak berlebihan akan membuat anda terlihat ramah dan senang berada diantara audiense anda. Senyum dapat pula menciptakan suasana rileks dan bersahabat diantara audiense anda.

Senyum yang baik adalah senyum yang wajar dan dikeluarkan pada saat yang tepat. Tersenyum dan tertawa adalah dua hal yang berbeda.

3.Kontrol Suara

Faktor pendukung penting lainnya yang membuat pembicaraan anda menarik adalah Suara. Penyampaian vokal yang baik didapatkan apabila anda menguasai tiga hal penting yang lazim disebut sebagai kontrol suara seperti dibawah ini :
1.Pernapasan
2.Volume
3.Ekspresi

3a.Pernapasan
Bunyi yang dihasilkan oleh manusia yang disebut suara berasal dari getaran udara pada tali vokal yang terletak ditenggorokan. Seperti halnya alat musik yang berbunyi karena angin, tekanan angin yang lewat pada pita akan mempengaruhi keras lemahnya bunyi yang dihasilkan.
Untuk berbicara di depan publik, doperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang panjang dari biasanya pada volume yang benar.

Otot paling penting dalam pernapasan bernama Diafragma yang berada disebelah rusuk. Pengontrolan yang sempurna terhadap diafragma akan membuat anda mampu mengatur ruang udara yang diperlukan untuk mengeluarkan suara. Posisi yang baik mengontrol pernapasan adalah berdiri tegak untuk memberikan ruang yang lebih kepada paru-paru.

Ada beberapa cara yang terbukti ampuh dalam meningkatkan kemampuan pengontrolan diafragma. Ada baiknya kalau anda lakukan hal dibawah ini :
•Berdiri tegak dengan kaki tidak terlalu rapat. Tangan bergantung
biasa dan rileks
•Ambil napas yang dalam melalui hidung dan hitung sampai empat.
Rasakan bagaiamna mekarnya ruang dada anda. Jangan angkat bahu karena
mengurangi ruang di dada
•Tahan napas di paru-paru dalam hitungan keempat, kemudia biarkan
udara keluar dari mulut
•Jangan makan terlalu banyak sebelum anda bicara. Makanan akan
mempersempit ruang paru-paru

3b.Volume
Banyak yang berpendapat agar supaya didengar kita harus berbicara keras. Ketahuilah keberhasilan dalam berbicara tidak selalu ditentukan oleh kerasnya suara. Jika anda khawatir anda tidak didengar karena ruangan yang terlalu besar atau audiense yang terlalu banyak, gunakan pengeras suara. Berbicara keras-keras bukanlah solusi yang baik.

Volume suara ketika anda berbicara di depan publik hanya sedikti lebih keras dari volume anda dalam percakapan sehari-hari. Berbicara dengan volume yang keras diperlukan pada moment-moment tertentu saja. Selebihnya berbicara keras hanya akan merusak tenggorokan dan membuat audiense anda stress,

Bukalah mulut sedikit lebih besar dari biasanya. Jangan berkerut, sisakan ruang yang cukup di dada sehingga suara anda bebas keluar. Keluarkan suara sedikit lebih besar dari biasanya, anda akanmerasakanseolah-olah anda melakukan percakapan biasa namun bisa didengar orang
banyak.

3c.Ekspresi
Ekspresi adalah faktor penting dalam pengolahan suara. Suara yang baik tidak akan berarti banyak tanpa disertai ekspresi tepat. Ekspresi terdiri dari tiga komponen penting; Pitch (tinggi rendah suara), Pace (kecepatan berbicara) dan Phrasing (pemenggalan kalimat).

Pitch
Orang muda cnederung berbicara dengan nada suara lebih tinggi daripada orang tua. Bagi orang muda, kecenderungan menggunakan nada tinggi biasanya dikarenakan faktor emosi. Sementara orang tua karenakematangannya lebih bisa mengatur tinggi rendahnya suara.

Setiap orang mempunyai pitch yang berbeda-beda dan pada situasi apa ia sedang berada. Dalam konteks berbicara di depan publik banyak, suara tinggi salah satunya biasanya disebabklan oleh rasa gugup yang tidak bisa dikontrol.

Seseorang yang terlahir dengan pitch yang tinggi. Apabila ia ingin menjadi pembicara publik yang baik, latihan dengan instruktur khusus mutlak diperlukan.

Pace
Jangan terlalu cepat. Itulah kunci berbicara di depan publik. Berikan waktu kepada audiense untuk mendengar dan menelaah kata-kata anda. Berikan juga waktu untuk anda sendiri untuk memikirkan apa yang akan diucapkan berikutnya. Tempo cepat terkadang diperlukan terutama untuk menunjukan anda energik. Tempo lambat juga diperlukan khususnya pada topik-topikm yang anda anggap penting. Berhenti sejenak sebelum dan sesudah menyampaikan statement yang pwnting dan panjang, ambil nafas dan sesekali melihat kearah audiense anda. Seseorang pembicara yang baik sangant mahir dalam memainkan tempo yang membuat pembicaraanya
menarik dan penuh kejutan.

Phrasing
Nafas setiap orang berbeda-beda, ada yang sanggup menyampaikan tiga kalimat dalam satu nafas. Ada pula yang setiap kalimat harus mengambil nafas. Terlepas anda mempunyai nafas panjang atau pendek, pemenggalan kalimat penting untuk diperhatikan. Arti sebuah kalimat akan berbeda jauh dari maksud sebenarnya apabila anda salah memenggal.

Selamat berlatih

————————-
Salam Sukses
Fico Humam Maulana
www.tantowi-yahya.com
www.fico-maulana.blogspot.com

Public Speaking -Preparation

Posted by ficomaulana on May 30, 2008  |   1 Comment »
Dear Action member,

Saat ini makin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari seni berbicara didepan orang banyak (publik). Tak terbayangkan sebelumnya bicara yang merupakan rahmat yang diberikan oleh tuhan kepada hampir semua umatnya semenjak ia dilahirkan, harus dipelajari secara khusus. Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, kursus-kursus singkat “Public Speaking” akhir-akhir ini begitu diminati, baik oleh masyarakat biasa maupun professional.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbicara yang baik dan efisien didepan orang banyak, tumbuh setelah mereka melihat begitu banyak persoalan pelik yang dapat dijelaskan hanya dengan berbicara. Mereka juga mendapatkan tempat terhormat di masyarakat. Namun banyak pula yang merasakan pentingnya mampu berbicara dengan baik karena tuntutan tugas dan profesinya.

Jabatan, tugas maupun profesi anda mungkin mengharuskan anda menguasai seni berbicara di depan khalayak. Begitu anda menjadi atasan otomatis anda mempunyai bawahan. Salah satu tugas rutin anda sebagai atasan adalah berbicara dengan bawahan anda yang jumlahnya bergantung pada besar kecilnya oraganisasi anda. Anda seorang penjual, kemampuan berbicara menjadi persyaratan utama yang tidak bisa ditawar dalam membuat orang tertarik dengan apa yang anda tawarkan. Disinilah anda sering mendaptkan kesulitan dan hambatan. Anda merasa berbicara anda tidak menarik, membosankan, tidak meyakinkan, tidak menjual, dsb.

Walaupun rata-rata umat manusia dibekali dengan kemampuan berbicara, namun tidak semua orang mampu berbicara baik didepan orang banyak (khalayak). Berbicara dengan rapi dan lancar diselingi dengan improvisasi dalam bentuk humor dsb, memerlukan kemampuan khusus.

Di Amerika para CEO perusahaan-perusahaan besar diharuskan menguasai kemampuan ”public speaking” walaupun orang Amerika rata-rata pandai berbicara didepan orang banyak. Termasuk juga para pejabat di jajaran pemerintahan. Yang paling hangat mungkin Anda sering menyaksikan bagaimana Barrack Obama dan Hillary Clinton berbicara di depan Publik. Bagaimana cara kedua kandidat ini berkampanye mengumpulkan suaranya dari negara bagian ke negara bagian di Amerika. Terlepas dari siapa yang memenangkan pemilihan, kedua kandidat ini telah memperlihatkan kapabilitas luar biasa di dunia public speaking, cara mereka menyampaikan pendapat, menguraikan visi dan misi, hingga mempersuasi audiens menjadi pemilihnya.

Di Indonesia, kurang lebih lima tahun belakangan ini kesadaran akan pentingnya public speaking mulai mencuat. Hal ini memang tak lepas dari sifat public speaking yang memang selalu dibutuhkan oleh setiap orang, diberbagai profesi dan diberbagai pekerjaan.
Apakah Anda seorang pedagang/businessman? anda tentu perlu mempresentasikan produk anda secara persuasif, sehingga pembeli langsung take action membeli produk anda?
Apakah Anda seorang karyawan? anda tentu akan memakai ilmu public speaking untuk mengutarakan ide/gagasan anda di dalam rapat dengan yakin dan terorganisisir.
Apakah Anda seorang dokter? anda tentu perlu menjelaskan kepada pasien anda secara informatif tentang penyakitnya..
Apakah Anda seorang trainer? tentu saja anda perlu menguasai ilmu public speaking dengan sangat baik, agar audience anda mampu menerima materi yang anda berikan…Bahkan, jikalau Anda hanya ibu rumah tangga sekalipun Anda tetap memerlukan public speaking, untuk berkomunikasi dengan suami, atau untuk memberikan arahan kepada anak-anak anda secara baik dan berbicara dengan empati.

Keahlian Public speaking ibarat keahlian berenang, naik sepeda, menyetir mobil dan mengendarai motor.. Merupakan keahlian yang bisa dimiliki oleh setiap manusia. Ia bisa dipelajari oleh siapapun. Kemampuan berbicara didepan publik milik siapa saja. Dasar dari semuanya adalah kemauan, latihan dan latihan.

Beberapa tips di bawah mungkin dapat membantu “PERCEPATAN” proses latihan anda di dunia public speaking:

*1. Persiapan yang maksimal*

Persiapan yang baik adalah kunci dari penampilan yang meyakinkan. Audiense dengan mudah mengetahui pembicara yang melakukan ”pekerjaan rumah” dengan tampil seadanya. Seorang dengan persiapan optimum akan tampil penuh percaya diri, kata-kata yang diucapkannya mengalir penuh arti disertai mimik yang pas. Sebaliknya, seseorang yang tampil tanpa persiapan yang matang akan tampil grogi, cara berbicara tidak struktural dan esensial, tidak berani mendekati inti permasalahan dan tidak berani menatap mata audiensenya.
*Perlu diketahui berapapun besarnya bakat yang anda punya sebgai pembicara, penampilan yang sukses didapatkan melalui 1% inspirasi 99% melalui persiapan.*
Persiapan yang perlu dilalukan meliputi ;

*1a. Tempat dimana kita akan berbicara*

Pastikan anda mengetahui dengan pasti tempat dimana anda menjadi pembicara, melakukan orasi atau mempresentasikan sesuatu. Anda harus mengetahui apakah tempatnya terbuka, tertutup, ramah, tidak bersahabat dsb. Setiap jenis tempat mempunyai karakter dan penanganan tersendiri yang membutuhkan persiapan tersendiri pula.

Tempat terbuka mengharuskan anda berpakaian yang tidak terlalu tebal. Karena audiensenya yang relatif besar sehuingga susah dikontrol, bersiaplah bebicara dengan volume yang keras dan lantang. Tempat tertutup memungkinkan anda memakai busana yang sedikit tebal (jas, blaser dsb) dan berbicara lebih /private/. Tempat yang tidak ramah misalnya audiensenya dipastikan kebanyakan bukan dari kalangan ”pecinta” anda, mengharuskan anda untuk kerja ekstra. Persiapkan jurus-jurus apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Seorang pembicara seperti halnya seorang penyanyi terkadang harus tampil di satu tempat dimana audiensenya tidak selalu ramah.

*Sebagai seorang pembicara, anda harus mengenal medan dimana anda akan berbicara. Hadir paling tidak satu jam sebelum acara dimulai yang dapat anda gunakan untuk melihat situasi tempat anda akan berbicara serta alat-alat bantu yang akan anda gunakan. Hal ini akan sangat membantu anda dalam mengurangi kegugupan.*

* 1b. Materi yang dibicarakan*
Kumpulkan semua sumber informasi yang berhubungan dengan materi yang anda antarkan. Lakukan riset kecil untuk melengkapi referensi-referensi yang sudah anda punyai. Makin banyak informasi makin baik. Rangkum informasi-informasi tersebut dan hafalkan bagian yang akan anda jadikan intro/pembukaan.

Ciptakan sesuatu yang merebut hati audiense (spals/ice breaker) pada saat pertama anda bicara. spals/ice breaker tersebut bisa berbentuk interaksi langsung dengan mereka, cerita-cerita lucu yang berhubungan dengan anda atau materi yang hendak disampaikan, gerakan-gerakan kecil atau menyanyi. spals/ice breaker terkesan spontan padahal sebenarnya ia telah dipersiapkan sebelumnya. Ia adalah bagian dari pekerjaan rumah anda. Kalau anda berhasil melakukannya, sisa dari waktu anda berbicara akan menjadi milik anda.

*1c. Audiense*
Kenli audiense anda sebelum anda bicara. Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang publik yang akan menjadi audiense anda. Dengan mengetahuinya, maka anda akan mampu berbicara dengan pola yang mereka kehendaki. Sebelum naik ke mimbar/panggung, pastikan anda mempunyai waktu untuk bersosialisasi dengan beberapa dari mereka. Perkenalan ini akan membuat anda merasa bagian dari mereka dan ini juga ternyata ampuh untuk mengurangi rasa gugup anda.

*1d. Penampilan fisik*
Ketika anda pertama kali muncul, yang pertama kali akan dinilai oleh audiense adalah penampilan fisik anda. Penilaian ini sudah berlangsung sebelum anda sendiri mulai berbicara. Oleh karena itu pakailah pakaian yang sesuai dengan jenis materi yang akan dibawakan, waktu, tempat dan audiense anda. Perhatikan pula kebersihan dan kerapian tubuh anda dari mulai kuku, rambut, make up serta cara berjalan. Ini adalah saat yang paling genting tapi bisa dimanfaatkan sebagai permulaan yang positif. Inilah saat dimana perhatian audiense anda belum terpecah. Mereka begitu antusias menantikan apa yang hendak anda sampaikan. Oleh karena itu, manfaatkanlah!

*2. Antusiasme*

Tunjukan antusiasme pada waktu berbicara walaupun topik yang anda bawakan kurang bermutu atau terlalu dangkal bagi anda. Sikap anthusisme akan menciptakan respect dari audiense. Sebaliknya sikap anda yang ogah-ogahan atau menganggap remeh hanya akan membuat audiense menyesal ikut dalam forum dimana anda bebicara. Yang lebih tidak baik apabila untuk hadir dalam forum tersebut ia harus membayar. Lebih baik anda menolak daripada anda menerima menjadi pembicara dengan attitude demikian.

*3. Berlatih dan berlatih*

Seorang pembicara hampir sama dengan penerbang (pilot). Makin tinggi jam terbangnya, makin mulus pula take off dan landing serta semakin pintar dalam menghadapi setiap krisis yang timbul. Demikian juga dengan seorang pembicara, makin sering ia latihan dan tampil, makin mahir ia berbicara, bertindak, dan bersikap.

Latihan yang lumrah dilakukan oleh para pembicara dan aktor profesional dan dapat dengan mudah anda lakukan, adalah berbicara didepan cermin atau didepan handycam. Mereka berbicara selama 1 menit dengan topik yang dipilih sendiri, misalnya ”apa yang telah saya capai selama ini?” atau ”apa target hidup saya?”. Coba anda lakukan ini. Berbicara sepertinya anda melakukan didepan publik. Setelah anda bicara atau rekam kalau anda menggunakan handycam, posisikan diri anda sebagai orang lain, lalu nilailah diri anda secara jujur dari mulai gaya bicara, suara yang dikeluarkan, sikap pada waktu berbicara serta mimik anda. Buatlah semacam catatan terutama hal-hal yang tidak anda sukai dan setelah itu buatlah evaluasi. Jadikanlah hasil evaluasi terutama terhadap hal-hal yang tidak anda sukai sebagai DAFTAR DOSA yang tidak boleh diulangi lagi. Dibawah ini anda dapat temui tabel evaluasi yang bisa pergunakan untuk test ini.

*. Gaya dan sikap berbicara*
· Apakah suara saya sengau ?
· Apakah suara saya terdengar tidak konfiden ?
· Apakah suara saya terdengar over confident dan cenderung sombong ?
· Apakah suara saya hilang diujung kalimat ?
· Apakah artikulasi saya tidak jelas ?
· Apakah bicara saya terlalu jelas ?
· Apakah suara saya terlalu lemah ?
· Apakah suara saya seperti orang terjepit ?
· Apakah suara saya terdengar gugup ?
· Apakah cara berdiri saya kaku ?
· Apakah tangan dan anggota tubuh saya terlalu banyak bergerak ?
· Apakah mimik saya tegang ?
· Apakah mimik saya tidak serius ?
· Apakah saya kelihatan sombongRahas/sinis ?
· Apakah saya overacting?

Setelah anda mengetahui kelemahan-kelemahan anda dan mencatatnya sebagai dafatar dosa, berbicaralah sekali lagi dan letakkan daftar tersebut didepan anda. Evaluasilah sekali alagi. Dengan melakukannya berulang-ulang, kelemahan-kelemahan ini biasanya dapat diperbaiki.

*4. Menjadi diri sendri*
Ingin menjadi pembicara yang baik? /Golden rule* */nya adalah jadilah diri anda sendiri. Audiense datang untuk mendengarkan anda berbicara dengan gaya anda. Banyak pembicara yang tidak yakin dengan gayanya sendiri. Ia akhirnya berusaha keras untuk meniru gaya seorang terkenal yang menurutnya baik. Sebagai seorang pembicara, anda harus memanfaatkan segala kelebihan anda agar lama kelamaan menjadi ciri khas anda. Kecuali karakter bicara anda kuat sekali seperti Sambas atau Anita Rachman, gaya bicara seseorang biasanya butuh waktu untuk dikenal dan disukai masyarakat. Seseorang dengan gaya bicara biasa-biasa saja bisa menjadi gaya khasnya apabila dipraktekan terus-menerus.

semoga bermanfaat

salam
Fico Humam Maulana
www.tantowi-yahya.com
www.fico-maulana.blogspot.com

Talkshow AA Gym; berbisnis dengan Hati

Posted by ficomaulana on March 11, 2008  |   1 Comment »

Laporan mata dari
Talkshow Berbisnis dengan Hati

Dear action memeber,
Semalam saya kebetulan berkesempatan hadir dalam acara Talkshow Berbisnis dengan Hati yang menghadirkan Aa Gym sebagai narasumber. Acara yang diprakarsai oleh jakarta enterpreuner club ini diadakan di hotel grand flora kemang dimulai pada pukul 19.00 wib
Beberpa member TDA juga saya lihat menghadiri acara ini…

Berikut sedikit sharing apa yang disampaikan Aa Gym yang tercatat dalam memori saya…semoga bermanfaat..

Dalam uraian nya yang lugas berulang kali Aa menekankan bahwa ketika kita memasuki dunia bisnis maka yang niatan awal yang harus dicanangkan bukanlah berorientasi pada uang, melainkan berorientasilah pada nilai tambah yang diberikan, baik nilai tambah secara bisnis/usaha (business value) maupun nilai tambah pribadi (persoal value) sebagai seorang manusia dihadapan Allah.
Business value berarti nilai tambah yang diberikan oleh bisnis kita kepada masyarakat, contoh sederhanya dapat memberikan kesempatan kerja baru, menciptakan kemudahan bagi masyarakat dan sebagainya..
Personal value artinya nilai diri kita sebagai seorang pengusaha/enterpreuner haruslah sejalan dengan bisnis kita, artinya ketika bisnis kita semakin lancar/sukses, maka semestinya kita juga semakin dekat dengan Yang Kuasa. karena pemilik dan pemberi dari rejeki yang datang adalah Allah semata. Aa memberikan contoh tidak ada gunanya bagi seorang manusia memiliki bisnis banyak, memiliki rumah mewah, kemudian, naik mobil mercy seri terbaru, namun mendahulukan rapat dibanding sholat…. Business value nya mungkin ada , tapi personal value nya nol besar… insya allah rejeki insan manusia seperti ini hanya sementara saja…

Berbicara soal rejeki Aa menguraikan bahwa ada tiga macam jenis rezeki yang telah ditentukan :
1. Rezeki penguat tubuh, yang telah dipastkan oleh Allah pasti diperoleh oleh setiap makhluknya yaitu rejeki untuk makan. Biar bagaimanapun susahnya keadaan seorang manusia, dijamin kebutuhan akan makan ini terpenuhi karena sudah merupakan jaminan allah..Dicontohkan selama 9 bulan dikandungan sang anak selalu saja tercukupi kebutuhan penguat tubuhnya.
2. Rezeki yang digantungkan, sesuai dengan firmannya, Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang bergerak mengubahnya..Untuk rejeki ini diperintahkan bagi kita untuk berdoa kemudian berusaha untuk menjemput rezeki ini..bukan mencari rezeki..
Sekali lagi ditekankan bahwa Menjemput Rezeki bukan Mencari Rezeki.. karena jika kita mencari rezeki bermakna ada kemungkinan dapat dan ada kemungkinan tidak dapat… ya namanya juga mencari kan.. Namun Menjemput rezeki bermakna pasti ada yang kita jemput yang merupakan pemberian Yang Kuasa…dengan kata lain bagi action member yang berusaha.. sudah ditentukan kesuksesannya…sudah ada rezekinya… hanya mungkin kendaraan apa yang kita gunakan untuk menjemput dan atau berapa lama waktu yang diperlukan untuk menjemput tersebut …Nah, sedari itulah maka manusia diberikan keterampilan (yang berupa akal dan ruhiah)..
3. Rezeki yang dijanjikan, adalah rezeki2 yang dijanjikan oleh Allah akan datang apabila kita rajin mendistribusikan dari rezeki yang kita peroleh (rezeki no.2 diatas) dengan cara infaq, zakat, sedekah dsb.. tidak akan miskin seorang manusia hanya karena ia bersedekah.. melainkan akan ditambahkan rezeki untuknya…Distribusi dan distribusi kembali..leverage dan leverage kembali….

Dalam siklus bisnis Aa menganjurkan memakai prinsip tukang parkir..
Ketika halaman parkirnya banyak mobil mewah….sang tukar parkir happy..
Ketika halaman parkirnya hanya terisi setengah.. sang tukang parkir juga happy..
Ketika halaman parkirnya tidak ada mobil mewah.. sang tukang parkir tetap happy..
Ya jelas.. orang bukan mobil miliknya kok….
Maksudnya dalam siklus bisnis mungkin kadang kita lagi ramai.. sepi,, untung. rugi.. keep happyy.. kata Aa, …
H
H
N
Hadapi Hayati dan Nikmati… seperti seorang tukang parkir bisnis.. nikmati saja.. dan sadari bahwa bisnis kita,atau rezeki kita sejatinya bukan milik kita.. maka ketika kendaraan bisnis kita pergi.. ya kita tetap happy.. karena sejatinya memang bukan milik kita..

Aa mencontohkan sebuah ilustrasi yang sangat bagus menurut saya sebagai analogi pembelajaran akan perjuangan dan kegagalan… yaitu ilmu sari pati kelapa…
Asal mula sari pati kelapa tentu dari satu buah kelapa yang tadinya berada di posisi yang tinggi..
Dari posisi yang tinggi kemudian buah kelapa ini Jatuh Terhempas ke tanah..
Kemudian setelah jatuh terhempas..dicabut cabutin serabut kulitnya..
kemudian setelah dicabut2 sehingga hanya menyisakan nya.. langsung dibelah pula dengan parang…Setelah dibelah.. digeruss isinyaaaa….belum puas digerus.. dipotong kecil-kecilll.
masih belum cukup juga.. diparuuuttt tipisss tipisss…ini juga belum selesai.. setelah diparutt…baru kemudiaan diperass menjadi sari pati kelapa…yang sangat manis rasanya…
sebuah analogi yang tepat dan bagus sebagai nilai pembelajaran dalam menghadapi bisnis bukan?

Dalam talkshow ini, seperti yang saya lihat tidak banyak perubahan pada diri Aa setelah badai hebat yang menerpa dirinya (ini beliau akui sendiri), baik cara Aa menyampaikan materi hingga celetukan2 humornya seperti “Haloo…” yang kerap muncul sesekali menyadarkan setiap peserta… Ketika ditanya setelah kejadian “tersebut” tentu 18 bisnis besar Aa goyang…namun hikmahnya menurut beliau adalah sekarang smua lini bisnis yang ada..yang masih ada hingga saat ini adalah bisnis yang benar2 profesional.. jadi hikmahnya adalah beliau mengetahui mana bisnis yang dahulu profesional, ikut-ikutan, sekedar jalan, atau numpang hidup saja… Pondok DT pun beliau bilang lebih prof.. kalau dahulu banyak yang datang sekedar ingin foto2 bareng..sekarang yang singgah adalah orang yang benar2 mencari ilmu..dan banyak juga digunakan sebagai tempat pelatihan dari berbagai lembaga….

jadi Keep Happy kata Aa…
sekali lagi HHN dan 3 M
Hadapi Hayati dan Nikmati…
3 M..tentu action member sudah tau bukan

salam sukses

Pantai Carita, Tukang Bubur dan Refleksi Mimpi

Posted by ficomaulana on February 11, 2008  |   1 Comment »
Sabtu malam minggu yang lalu saya dan teman-teman berangkat berlibur ke Daerah Pantai Carita. Karena kami berangkat malam hari, jam 23.00 setiba di penginapan, saya memutuskan langsung istirahat megingat saya telah menghabiskan hari sabtu saya dengan mengurusi seminar yang diadakan oleh perusahaan. Beberapa teman saya ada yang tetap mengobrol hingga larut malam. Namun entah kenapa hati saya ingin cepat2 tidur saja, tanpa ada mood untuk berbicara panjang lebar, tidak biasanya memang..

Saya baru sadar keesokan paginya saya adalah orang yang pertama kali bangun. Sebelum matahari terbit saya tergerak untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Sendirian karena tidak tega membangunkan teman-teman. Maunya sih melihat sunrise, namun apa daya, karena langit mendung. Saya hanya duduk di pasir sambil sesekali merasakan dinginnya air laut di kaki pada pagi hari.

Sambil mendengarkan suara ombak, Entah kenapa pikiran saya jadi menerawang ke beberapa hal, terutama terkait dengan mimpi-mimpi saya yang telah saya tetapkan. Ada rasa getir dalam hati tatkala menyadari masih jauh nya diri ini dari garis finish mimpi yang telah di tetapkan. Ada perasaan sedih mengingat jalan yang saya pilih sungguh terjal dan mendaki. Terlintas benak penyesalan seandainya saya tidak memilih jalan ini, mungkin kondisi nya akan jauh berbeda.

Namun pikiran pikiran negatif tersebut dengan sekuat tenaga saya singkirkan.. pikiran saya justru teringat pada Sinetron yang dulu amat saya gemari, Judulnya Tukang Bubur Naik Haji.. Sebuah sinetron komedi yang Tokoh utama diperankan dengan apik oleh Mat Solar. Mungkin beberapa dari Anda mengetahuinya. Satu hal yang menarik dari sinetron adalah selalu mengingatkan saya akan prinsip prinsip dalam memegang mimpi, meraih mimpi dan mewujudkan mimpi.

Dalam sinetron tersebut, Mat solar memerankan tukang bubur ayam yang memiliki impian untuk pergi ke Mekkah Arab saudi, Naik Haji sesuai dengan tuntunan agamanya, agama islam. Walaupun profesinya hanya lah berjualan bubur ayam keliling, tukang bubur ayam ini–sebut saja Pak Bur–(saya tidak ingat nama perannya) tetap yakin bahwa suatu hari impian nya menjadi kenyataan, Pak Bur yakin asalkan ia berusaha dengan keras, Yang Kuasa akan memberinya jalan untuk menunaikan ibadah haji.

Tindakan pertama pak bur adalah membuka jenis tabungan ongkos naik haji di salah satu bank swasta. Setiap hari, setelah tabungannya aktif, pak bur menyisihkan sisa untung dari jualan bubur ayam nya untuk ditabung, walaupun jumlahnya hanya lima ribu rupiah. lima ribu demi lima ribu dia masukkan setiap hari ke tabungan ongkos naik hajinya.Ketika ditanya teman2 dan langganan nya, kok sering ke bank Pak Bur? ia menjawab dengan semangat, iya, nabung untuk ongkos naik haji, begitu katanya, Terang saja yang mendengar pada ketawa.

Apakah mungkin seorang tukang bubur ayam keliling bisa mengumpulkan uang untuk ongkos naik haji? kalaupun mampu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan uangnya? jangan-jangan sudah keduluan meninggal.. Begitulah persepsi masyarakat Pak Bur, mentertawakan, bahkan tak sedikir orang yang berkata, “jangan mimpi Pak Bur, kerja cuma jualan bubur ayam keliling kok mau naik haji,

Namun Pak Bur tak pernah patah semangat, setiap hari, ketika ia berjualan bubur ayam, Pak Bur sering bercerita kepada pelanggannya tentang keinginannya naik haji, tak henti2nya ia menceritakan mimpinya pergi ke mekkah. Tak henti2nya pula ia berdoa kepada Yang Kuasa agar diberikan rejeki untuk Naik Haji.

Suatu ketika, ternyata tanpa diduga, Yang kuasa memang maha pemurah, Pak Bur memenangkan Undian dari bank tempat ia menabung, dalam jumlah yang cukup besar. Membuat ia menjadi kaya mendadak. Impiannya untuk naik haji menjadi kenyataan. Sungguh Pak Bur bersyukur pada yang kuasa, sebagai wujud syukurya, ia pun mengajak lima orang teman dekatnya untuk naik haji bersama dirinya.
Singkat cerita, setelah pulang naik haji, sifat mulia Pak Bur tetap dipeliharanya, beliau tetap mau berbagi dengan sesama.

———————–

Seringkali kita mengikuti berbagai pelatihan motivasi diri, membaca berbagai buku tentang pengembangan diri, atau bahkan mengikuti seminar dengan biaya jutaan rupiah, pembahasan tentang mimpi selalu menjadi bagian penting.

“miliki mimpi, karena mimpi adalah visi masa depan”
“bermimpilah setinggi langit, raihlah dengan segenap tenaga, dapatkan kesuksesan”
“tanpa mimpi, berarti anda tanpa tujuan”
kira-kira mungkin seperti itulah jargon yang ditekankan

Mungkin kita sangat setuju, kata mimpi, visi, misi dan tujuan dalam kehidupan seseorang memegang peranan yang sangat penting. seseorang tanpa visi hidup, ibarat kapal tanpa nakhoda, tak tau harus berlayar kemana…
seringkali ketika kita mengikuti pelatihan tentang pengembangan diri, kita dituntun untuk menulis tentang mimpi kita..Sang trainer menyuruh kita untuk menuliskan mimpi kita

Maka kita pun menulis mimpi kita…
satu mimpi, dua mimpi, tiga mimpi…sepuluh mimpi… hayo tulis terus mimpi anda, mimpi kan gratis, nggak bayar, begitu kata trainernya… dua puluh mimpi, tiga puluh.. empat puluh… lima puluh….
wahhh… banyak juga mimpi kita… kebebasan financial, punya rumah mewah, punya mobil banyak, dapat liburan keliling dunia, punya istri cantik atau suami ganteng, jadi direktur perusahaan dan sebagainya dan sebagainya…

begitu kita sudah selesa menulis kan mimpi kita,, sang trainer pun dengan semangat nya berteriak..
“Bagus.. Luar biasa… Mimpi hebat, kehidupan hebat.. Anda pasti bisa mencapainya.. Anda pasti Sukses..” teriaknya dengan penuh semangat…
Luar biasa bukan? Apakah ada yang salah?
tidak-tidak ada yang salah….memang seperti itulah gunanya pelatihan diri..

Hanya saja, terkadang daftar mimpi kita hanya berwujud daftar mimpi…mengapa demikian?
ketika kita kembali melihat daftar mimpi keesokan harinya.. dan kita bandingkan dengan keadaan kita sekaran, kita refleksikan mimpi kita dengan kondisi kita, wahh wah wahhh.. mimpi yang mana ni yang mau diwujudkan.. mimpi pertama, hmm.. kayaknya belum bisa ni.. mimpi kedua, masih lama prosesnya, mimpi ketiga, susah juga ya… mimpi keempat, banyak hambatan .. dan seterusnya dan seterusnya…
disadari atau tidak, ketika kita melihat kembali daftar mimpi kita, banyak insan yang justru menjadi minder.. merasa mimpinya terlalu tinggi.. atau merasa mimpinya bisa dicapai dilain waktu,.. atau merasa mimpinya masih lama sekali akan terwujud…

Belum lagi jika bertemu dengan environment kita..
contohnya saja seperti cerita Pak Bur diatas, punya mimpi mau Naik haji, begitu temannya tau, Pak Bur langsung disemprot, Jangan Mimpi Pak.. tukang bubur kok mau naik haji.. ampe kapan ngumpulin duitnya… habislah Pak Bur dikikis nya… Ya.. begitulah lingkungan kita, punya mimpi tinggi, kayaknya seluruh dunia berlomba-lomba menggagalkan mimpi kita.. Punya cita-cita agak aneh sedikit, ribuan orang berusaha “meluruskan kita”..
Hebatnya, kadang-kadang tanpa sadar kita telah dipengaruhi oleh lingkungan kita…kembali ke jalur realistis katanya..

Makanya tak heran banyak orang yang telah ikut pelatihan pengembangan diri, setelah dua tiga bulan, dia ikut kembali, dua tiga bulan berikutnya dia ikut kembali.. di charge ulang,.. begitu katanya , seperti baterai handphone saja..
sayangnya,, semangatnya memang dicharge ulang, tapi daftar mimpinya juga dicharge ulang, yaitu mulai lagi dari nol…

Lantas, salahkah memiliki mimpi?
Seberapa tinggihkah mimpi itu kita buat?
Atau Mimpi yang bagaimanakah yang cocok dengan diri kita?

—————
Kembali kepada cerita Pak Bur..

Mimpi Pak Bur : Naik Haji
Tindakan 1 : mendaftar di bank
Tindakan 2 : berusaha seperti biasa yaitu dengan optimal
TIndakan 3 : membayar tabungan walau 5000 rupiah sehari
Tindakan 4 : menceritakan kepada teman2 dan konsumennya
Tindakan 5 : berdoa dan minta doa dari teman2 dan konsumennya
Tindakan 6 : begitu mendapat hadiah dari bank dan bisa naik
haji..mengajak 5 orang naik haji bersamanya
TIndakan 7 : sepulang naik haji, tetap mulia dengan mau berbagi.

pada cerita diatas Pak Bur hanya punya satu mimpi sederhana..turunannya ada tujuh tindakan..

Lalu bagaimana jika kita punya lima puluh mimpi.. ???
berapa banyak turunan tindakannya..??
cukupkah waktu dalam 24 jam?
cukupkah tenaga kita?
atau masih optimiskah kita?

Mungkin anda pernah merasakan hal yang sama dengan saya.. banyak sekali yang mau saya lakukan, menyelesaikan pekerjaan, mengurus usaha sampingan, membaca buku, mengikuti seminar, menulis, dan sebagainya dan sebgainya,,padahal saya hanya punya waktu 24 jam, lagi dipotong waktu untuk istirahat. Huff.. rasanya banyak sekali pekerjaan kita, rasanya banyak sekali beban hidup kita untuk mencapai mimpi..

semakin lama semakin berat beban hidup..
semakin tinggi mimpi yang kita tulis, semakin berat pula beban hidup kita
semakin banyak mimpi yang kita tulis, semakin banyak pula pekerjaan yang harus kita lakukan…

Maka tak heran jika daftar mimpi hanya selesai di daftar mimpi…
karena begitu menyadari tumpukan beban hidup untuk mencapai mimpi tersebut.. banyak dari kita yang perlahan tapi pasti kembali kepada realitas, begitu pembenaran yang biasa diucapkan…

Hal penting yang biasa dilupakan dari pembahasan mimpi adalah :
dua kata yaitu Trigger dan Value

trigger adalah pelecut api mimpi.. biasanya dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan Mengapa mimpi ini harus saya capai?…Mengapa saya harus memiliki mimpi ini, atau Inikah mimpi yang cocok untuk saya?
trigger yang kuat selalu berjalan seiringan dengan value (nilai-nilai). Value adalah keadaan yang kita yakini dan kita junjung tinggi kualitasnya

dalam contoh Pak Bur, mimpinya adalah naik haji, Triggernya adalah menjalankan perintah agama, value nya adalah nilai2 yang terkandung dalam ajaran islam..
Trigger adalah api mimpi, value adalah baranya..
terkadang kita hanya menulis mimpi tanpa ada trigger yang jelas, tanpa ada relevansi dengan nilai2 yang kita yakini, maka begitu ada setetes air jatuh dari angkasa, api mimpi kita telah padam…
nilai-nilai memberikan fondasi yang kuat bagi insan manusia, nilai-nilai memberikan kekokohan dalam menjalani kehidupan.. nilai nilai menjadi bekal dan kompas dalam lautan kehidupan…

Maka, ditengah deburan ombak saya mulai merenungkan kembali apa trigger yang dulu saya tetapkan
dan Value apa yang dulu saya yakini.. mungkin dalam perjalannya saya melupakan kedua unsur ini

salam
di tengah perenungan diri