NASIB

Seorang manusia berteriak-teriak dipinggir jalan, dikala matahari sedang tepat di atas kepala, ditengah lalu lintas yang semrawut.. Dia berteriak..

Nasib-nasib.. dagangan kagak laku. anak lagi sakit, istri lagi hamil lagi.. kagak ada untung untuk beli obat ama susu.. terpaksa cari utangan lagi ni.. nasib nasib jadi orang susah…”
Rupanya beliau adalah pedagang kali lima, berjualan kacamata dan aksesoris pengendara motor sepertu sarung tangan dan masker. Hari itu dagangannya sengat sepi. dari pagi berjualan belum ada pembeli satupun.. nasib… begitulah katanya…

Namun, apakah nasib itu?
Apa yang disebut nasib?
APakah nasib itu datangnya dari Tuhan?
Apakah nasib bisa dirubah?

PErcayakah Anda jika dikatakan bahwa Nasib Anda adalah Anda yang menentukan?
PErcayakah Anda jika dikatakan Anda dapat memilih nasib apa yang akan Anda alami?

Kebanyakan insan manusia tidak mempercayainya.. kebanyakan dari kita percaya bahwa nasib itu datang dari Tuhan seperti halnya takdir.. nasib baik atau buruk datangnya dari Tuhan
nasib untung atau rugi merupakan pemberian Tuhan
nasib mujur atau sial juga datang dari Tuhan
sehingga kita meyakini bahwa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah seperti nasib yang ada pada diri kita. nasib kita ialah kehidupan kita.
nasib menjadi pedagang kali lima, inilah hidup kita
nasib menjadi buruh kasar, inilah hidup kita
nasib menjadi pegawai negeri dengan gaji pas-pasan, inilah hidup kita
nasib menjadi pengamen jalanan , inilah hidup kita,
nasib menjadi orang miskin, inilah hidup kita..

Namun sesungguhnya nasib kita ada di tangan kita sendiri, kehidupan kita adalah kita yang menentukan..
Sesungguhnya Kehidupan kita adalah jumlah dari semua pilihan yang kita buat, baik secara sadar maupun tidak. kehidupan kita merupakan hasil dari keputusan yang kita ambil atas berbagai pilihan yang ada setiap hari, dan setiap waktu.

Setiap pagi kita terbangun dengan berbagai pilihan yang dapat kita pilih sendiri. Pilihan-pilihan yang dapat kita ambil untuk menentukan kualitas kehidupan kita.Pilihan yang kita tentukan untuk menentukan nasib kita. Pilihan untuk mengendalikan dan menggunakan kekuatan untuk memilih itu sendiri. Sungguh sebuah daya alam semesta yang luar biasa jika kita mampu mengendalikan dan menggunakan daya pilih tersebut. Sayangnya , insan manusia kebanyakan tidak menyadari secara langsung daya pilih yang ada pada dirinya. Daya pilih yang merupakan anugrah terbesar dari Yang Maha Kuasa.

Kita dapat memilih pikiran tentang kebahagiaan bukan air mata, kita dapat memilih pikiran optimisme bukan pesimisme, harapan bukan keputusasaan, kesehatan bukannya penyakit, kekayaan bukannya kemiskinan, kebersamaan bukannya kesendirian, semangat bukan kelesuan, kesuksesan bukan kegagalan, percepatan bukannya perlambatan, kekuatan bukannya kelemahan, rasa sayang bukannya kebencian, kita dapat memilih pikiran positif bukannya negatif.

Lalu bagaimana daya pilih ini akan menentukan nasib dan kehidupan kita?
Dunia eksternal yang terdiri dari material, lingkungan, keadaan, peristiwa , situasi yang terjadi sehari-hari dikehidupankita tentu mempengaruhi pikiran kita. ketika ini terjadi, saatnya menggunakan Daya pilih kita.

Ketika suatu peristiwa terjadi, pilihlah untuk berpikir positif, ketika pikiran kita positif, maka apa yang akan kita bicarakan akan menjadi positif, sikap kita juga akan menjadi positif, kemudian jika bicara dan sikap kita positif, tindakan kita juga akan menjadi positif, tindakan2 yang positif akan membentuk kebiasaan kebiasaan kita yang juga positif, kebiasaan kebiasaan kita secara tidak langsung akan membentuk karakter kita yang positif, selanjtunya karakter kita akan membawa nasib positif juga kepada kita, sehingga kehidupan kita akan bernuansa positif.
Namun apabila kita berpikir sebaliknya maka yang terjadi adalah benyak kenegatigan dalam bicara, sikap, tindakan, kebiasaan, karakter, hingga nasib dan kehidupan kita.

Kembali kepada pedagang kaca mata diatas, jika dia memilih untuk berpikir positif atau hikmah dari tidak adanya pembeli pada hari itu, mungkin ia tidak akan berteriak2 saja. Ada banyak pilihan yang bisa ia ambil. KArena nasibnya ditentukan oleh seberapa besar Daya Pilih yang ia gunakan.

“Siapa diri anda dan dimana anda berada ditentukan oleh apa yang masuk ke dalam pikiran anda. Anda mengubah siapa diri anda dan mengubah dimana diri anda dengan mengubah apa yang masuk ke dalam pikiran Anda” — Zig ziglar

People find:
siapa yang menentukan nasib manusia, Apa yang dimaksud dengan nasib, tuhan menentukan nasib manusia, hidup nasib kita, nasib untung
Oct 3, 2007
Fico Maulana

Leave a comment

Fico Twitter

    follow me on Twitter

    Arsip

    Ikuti Tips Terbaru dari Blog ini:

    Enter your email address:

    Switch to our mobile site