
Hari ketiga saya dan istri berangkat pagi pagi, tujuan kita kali ini ke utara bali.. berdasarkan hasil riset di google.. kita tetapkan tujuan kali ini adalah ke kintamani, via sukowati, ubud, tampak siring, dan danau batur. Karena cukup jauh jam 8 pagi kami sudah start.
Jalur yang kami tempuh dari poppies ke bypass road, kemudian ambil arah ke anur… terus saja.. ikuti tanda kearah celuk dan gianyar.. Kira kira 30 menitan kami sampai di celuk, pusat kerajinan kayu dan batu ya kalau tidak salah, namun kami tidak mampir, hehe… cuma liat liat sepanjang jalan saja..
Tempat singgah pertama kami hari ini adalah di Pasar Sukowati. Istri ingin belanja oleh oleh untuk keluarga di Palembang. Memang pasar sukowati terkenal sebagai pasar oleh oleh khas Bali.


Setelah puas belanja, kami pun melanjutkan perjalanan kearah utara, yaitu Ubud.. di perjalanan ke Ubud banyak sekali tanda penunjuk arah ke Museum Antonio Blanco. Sang Istri tercinta yang memang gemar datang ke museum me request agar kami singgah ke museum tersebut. Antonio Blanco merupakan pelukis dengan aliran renaissance yang memang tinggal di Bali, memiliki istri dan berkeluarga dengan orang Bali. Setelah beliau meninggal, rumah kediamannya dijadikan Museum. Berikut foto foto di luar gedung museum, didalam kagak boleh foto soalnya..


Selesai dari Museum Blanco kami melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata Ubud, sempat mampir di warung padang di daerah ubud untuk makan siang.. Rindu masakan padang soalnya.. Harganya sih memang lumayan murah. tapi rasanya memang jauh dari padang sederhana bintaro hehe.. berikut foto di ubud…


Nah setelah dari ubud kami lanjutkan perjalan ke arah utara, tujuan selanjutnya adalah istana tampak siring. tapi sayang sungguh disayang, walaupun kami sering bertanya sepertinya kami salah memilih jalan.. saya teruskan jalan ke arah utara, mengikuti jalan.. kanan kiri sepi, untung siang hari, kalau malam malam pasti udah putar balik.. hampir satu jam dijalan, tau tau kami sudah tiba di Kintamani, wee… nyasarnya kita ke kintamani.. memang ada beberapa anjing yang berseliweran.. seperti di lagu anjing kintamani.. well..ya kami nikmati saja pemandangan di kintamani, pemandangan gunung batur yang indah.. kebtulan juga cuaca hujan rintik rintik. JAdi kami terpaksa memarkir Mio, kalau hujan kan susah naek motor haha…kami pun kembali melihat peta, kira kira tadi nyasarnya dimana yaa. hihi..oya, ngga jauh dari kintamani juga ada danau trunyan.. kami sempat mampir di penelokan dan di tepi danaunya..berikut foto2nya…




Nah, tampaknya Yang Kuasa memang memberikan kami waktu lebih lama di pinggir danau Trunyan, sejenak setelah kami tiba, hujan deras pun mengguyur daerah tersebut. Yah, terpaksa neduh dulu. soalnya tidak ada jas hujan.. hehe.. lumayan lama kami menunggu cuaca cerah, kurang lebih satu jaman. ya sambil menikmati pemandangan toh. tapi setelah ini nanti Saya memutuskan akan membeli jas hujan, soalnya di bali memang lagi musim hujan, bisa gawat kalau harus nunggu cuaca cerah terus.ya kan? maklum beginilah resikonya kalau liburan seperti yang kami lakukan. Tapi bukan berarti harus menyerah dongg.. masih banyak jalan ke roma, eh ke Bali… hihi..
Sekita Pukul 16.00 kami beranjak dari danau Trunyan, tujuan yang kami tuju yaitu Pura Tampak Siring, arahnya kembali ke selatan. Kurang lebih satu jam berkendara. Namun sayang sungguh sayang, sesampainya disana, pura sedang di tutup, karena akan kedatangan Pak SBY, hueee.. pak SBY mau membasuh diri juga ya di pura ini.. hehe.. kabarnya disini ada Air Mancur yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. yaa.. bukan rejeki kami rupanya.. kembali ke Kuta dehh…Benar saja, sekitar 15 menit kami meneruskan perjalanan ke Kuta, kami berjumpa rombongan SBY yang mau ke Tampak SIring.. akh Bapak SBY ganggu lburan saya saja nih hihihi…
Well, sesampainya di Kuta, hari sudah malam, sekitar pukul 19.00, Tentu saja kita mau mencari makan malam.. hmm.. kami pun mencoba nasi pedas Bu Andika. di Internet begitu banyak berita tentang nasi pedas ini. makanya saya amat penasaran. Lokasinya adalah di jalan raya tuban, di depan joger.. Wowww. tempatnya memang rame dikunjungi pembeli.. dan tidak salah nama memang, rasanya pedass sekali… huaahh. .. nikmat… enak enak enak..
Nasi pedas bu Andika menjadi penutup hari ke 3 kami di bali…
bersambung….


