Category: Cerita Alam Ku

Aug292009

Mentawai Indonesia Ku

Sibuk sibuk berita tentang sebuah web yang menjual pulau di Indonesia.
Daku penasaran juga.
Bukan pada situsnya. Tapi pada pulaunya.
Keindahannya yang kata berita di tv. Luar biasa indah.

Otak atik mbah google.. klik sana klik sini.. unduh kiri unduh kanan.

Hasilnya…

Tuhan.. Indahnya alam Indonesia…

Awesome.. Amazing.. Great.. Beautifull…Luar Biasa.. Fantastic..!

Ku sempat membuat slideshow dibawah ini. Silahkan dilihat foto foto keindahan Pantai dan Pulau Mentawai. Artikel tentang keindahan Kepulauan Mentawai juga bisa dibaca disini.

Yuk, kita dukung penjagaan pulau pulau indonesia. Indonesia Unite!

Oct132008

Kisah "Faith" si Anjing Dua Kaki

Mungkin beberapa rekan rekan telah melihat kisah Faith si Anjing ini di email yang beredar luas saat ini.
Ya.. Kisah anjing yang berjalan dengan dua kaki ini memang sebuah keajaiban fenomenal. Maka kali ini saya kutip di blog saya dengan tag cerita alam yang menginspirasi.. Semoga bermanfaat.

Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu baru dilahirkan, Faith memiliki 3 kaki, yaitu 2 kaki belakang, dan 1 kaki depan. Satu kaki depannya akhirnya diamputasi karena bentuknya kecil dan tidak berkembang. Sejak dilahirkan, Faith tidak dapat berjalan selayaknya anjing yang normal, dia hanya bisa terbaring dengan lemah diatas lantai, dan menggerakkan tubuhnya dengan cara mengayuh dengan kedua kaki belakangnya. Bahkan induknya sendiripun ingin membunuh anaknya dikarenakan merasa anaknya tidak dapat berkembang seperti anjing yang normal.
Majikannya berpikir kalau Faith tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan merencanakan untuk membiarkannya mati. Untungnya, ada sebuah keluarga Stringfellow (yang juga akhirnya menjadi majikan baru Faith sampai sekarang ini) menemukan Faith dan rela untuk merawatnya. Mereka bertekad untuk melatih Faith menjadi seekor anjing yang dapat berjalan. Keluarga ini memberinya nama Faith (Keyakinan). Mereka yakin akan ada suatu hari dimana Faith dapat berjalan!

Pertama-tama mereka meletakkan Faith diatas sebuah skateboard agar Faith dapat merasakan badannya bergerak. Kemudian mereka menggunakan selai kacang yang diletakkan di sebuah sendok untuk memancingnya agar mau melompat dan merebut selai kacang tersebut. Di keluarga itu juga terdapat seekor anjing lain yang memaksa Faith untuk mau bergerak. Keajaiban pun terjadi, Faith perlahan-lahan akhirnya dapat menggunakan kedua kaki belakangnya dengan gerakan melompat untuk bergerak maju ke depan. Dengan latihan yang terus menerus, Faith akhirnya dapat berjalan dengan kedua kaki selayaknya seorang manusia, dan proses latihan ini hanya membutuhkan waktu tidak sampai 6 bulan.

Faith sangat suka sekali berlari kemana saja, kemana saja dia pergi selalu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya, Faith sudah mulai dikenal oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Pernah juga diliput oleh berbagai acara di televisi dan juga surat kabar, dan juga telah terbit sebuah buku berjudul “With a little Faith” yang menceritakan kisahnya. Bahkan sempat direncanakan untuk tampil sebagai bintang tamu di salah satu episode film Harry Potter.

Sekarang Jude Stringfellow (majikan Faith) tidak perlu lagi melatih Faith, karena telah merencanakan untuk membawa Faith pergi ke seluruh dunia untuk menyebarkan pesan “Tidak memiliki tubuh yang sempurna, juga dapat memiliki jiwa yang sempurna”.

Manusia kadang mengalami hal-hal di dalam hidupnya yang tidak sesuai harapannya. Kadang, kita perlu merubah pikiran kita agar dapat merubah suasana hati kita. Semoga artikel cerita ini dapat membawa suasana hati yang baru kepada teman-teman semuanya, menggunakan hati yang bersyukur dan puas untuk melewati setiap hari yang kita lewati dengan indah. Jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kemampuan diri kita, barulah dikatakan manusia yang memiliki semangat. Terimakasih!


Sep252008

Kisah Penyelam Mutiara

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibelali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya, pada saat ia terjun dari kapal dan mulai menyelam, niat dan tujuannya sangat bulat inging mencari mutiara sebanyak-banyaknya.

Tetapi begitu ia sampai di dalam samudra, ia melihat pemandangan dalam laut yang memukau dan mempesona, bunga karang yang seolah-olah memanggilnya,ikan hias berwarna-warni yang berkejar-kejaran membuatnya ia terpana, ia pun tertarik menyentuh karang, mengejar ikan-ikan kecil dan terlena ikut bercanda ria dengan makhluk laut tersebut. Ia mulai pada apa yang harus dicarinya. Ia tidak sadar ada tugas mencari tiram mutiara yang jauh didasar laut.

HIngga suatu ketika, ia terkejut kala disadarinya oksigen di punggungnya tinggal sedikit, segera timbul rasa takutnya karena belum ada satu mutiara pun ia temukan, Tak terbayangkan betapa marah majikannya kelak bila ia muncul dengan tangan hampa. Maka dengan tergesa-gesa ia segera mencari mutiara sebanyak mungkin, ia mulai segera mengisi kantong yang ia bawa dengan mutiara-mutiara yang ada disekitarnya.

Namun sayang, ditengah kebutuhan untuk berenang dari satu tiram ke tiram yang lain, energi fisiknya telah habis terkuras saat ia bermain dengan keindahan bawah laut. Walau dipaksa sekuat tenaga pun, tabung oksigen nya sudah habis.

Akhirnya mau tidak mau ia harus naik ke permukaan dengan mutiara seadanya. Malangnya, karena ia tegesa-gesa kehabisan oksigen, sang penyelam ini tidak sempat mengikat dengan baik kantung mutiaranya, sehingga ketika kantung itu disenggol ikan-ikan yang berseliweren, sebagian mutiara yang didapat dengan susah payah pun tumpah kembali kedasar laut.

Sesampainya dipermukaan, majikannya telah menunggu, begitu dilihar isi kantong si penyelam sangat sedikit, tidak sebanyak yang ia harapkan. Maka marahlah sang majikan kepada sang penyelam. Tentu saja segera keluar kata pemecatan dari mulutnya. dan tanpa pesangon!.

Dapat kita bayangkan betapa menyesalnya sang penyelam. dengan wajah menyesal, si penyelam berusaha meminta kembali kesempatan ulang untuk menyelam. dia berjanji akan mencarikan mutiara lebih banyak lagi.
Namun, kesempatan itu tidak ada kata sang majikan. sang penyelam hanya pandai menghabiskan tabung oksigen.

seorang insan manusia kala di masukkan dalam samudra kehidupan dibekali dengan tujuan mencari mutiara, kantung mutiara, dan tabung oksigen. Udara yang masuk pertama kali ke paru-paru bayi manusia adalah tabung umur oksigen yang diberikan Yang Kuasa. Tabung ini volumenya tidak bisa diubah, dikurangi atau pun ditambah. Setiap insan memiliki tabung tersendiri dan itu adalah kekuasaan Yang Kuasa.

Setiap manusia juga dibekali dengan tujuan mencari mutiara, (terdapat dalam kitab suci sesuai keyakinan masing-masing), setiap tujuan manusia mungkin berbeda-beda, namun tetap mengarah pada satu yang universal.

Ketika sang manusia ditanya apa tujuan hidupnya? seyogyanya sang manusia ini dapat dengan lancar menjawabnya..

namun fenomena yang terjadi adalah banyak insan yang mengalami kegaguan tatkala menjawabnya..

salah satu karyawan ditempat saya adalah contohnya, ketika saya tanya apa tujuan yang ingin kamu capai? tergagap-gagap dia menjawabnya. berputar-putar kalimat yang ia keluarkan dari mulutnya.. ketika saya perinci pertanyaan menjadi apa sih yang kamu inginkan dalam hidup ini, kembali ia menjawab dengan berputar-putar dan tak terlalu mendasar..

kegaguan dalam meyakini tujuannya ini akan membuat insan manusia terlena tatkala menyelam di dunia kehidupan, ketika bawah laut kehidupan dengan berbagai godaan keindahan-keindahan dan kenikmatan. ia akan terlena untuk berenang dan bercanda ria dengan dunia kehidupan yang indah. Melupakan tujuannya.

Ia baru sadar tatkala tabung umur oksigennya telah hampir habis dan kondisi fisik yang telah lemah bahwa tujuannya belum tercapai.. ketika ia meminta kesempatan kedua menyelam kembali di samudra kehidupan, Yang Kuasa tidak memberikan karena memang tidak pernah ada kesempatan kedua…

Hidup tanpat tujuan ibarat seekor sapi yang berangkat ke tempat pejagalan, ia pergi tetap dengan hati riang, ia bahkan tetap menguyah rumput dengan tenangnya, karena ia tidak tau kemana ia akan dibawa oleh majikannya. Kalau seandainya ia tau bahwa ia akan dipotong, niscaya sang sapi ini akan berlari dan berontak sekuat tenaga ketika detik pertama ditarik oleh majikannya…

PEmahaman akan mutiara apa yang akan kita ambil dan pemanfaatan tabung umur oksigen akan membuat seorang insan lebih bersemangat menjalani hidup . Lebih optimis karena rel dan peta nya telah ia tentukan, sehingga apabila relnya agak anjlok, dia dapat membenarkan sendiri sehingga kembali pada jalur yang ia inginkan…

semoga bermanfaat untuk direnungkan.

Aug302008

Sebuah Kisah Ulat Fabre

John Henry Fabre adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis. Suatu waktu ia pernah mengadakan percobaan unik terhadap sekelompok ulat. fabre menyediakan sebuah pot bunga bulat dimana ditengah pot bunga diletakkan daun-daunan yang merupakan makanan pokok ulat yang menjadi percobaan.

Fabre mengambil beberapa ulat, meletakkannya pada bibir pot bunga sedemikian rupa sehingga mebentuk lingkaran penuh ulat di pinggir pot bunga, ulat yang paling depan menyentuh yang paling belakang, sehingga terbentuk lingkaran ulat.

John Henry Fabre adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis. Suatu waktu ia pernah mengadakan percobaan unik terhadap sekelompok ulat. fabre menyediakan sebuah pot bunga bulat dimana ditengah pot bunga diletakkan daun-daunan yang merupakan makanan pokok ulat yang menjadi percobaan.

Fabre mengambil beberapa ulat, meletakkannya pada bibir pot bunga sedemikian rupa sehingga mebentuk lingkaran penuh ulat di pinggir pot bunga, ulat yang paling depan menyentuh yang paling belakang, sehingga terbentuk lingkaran ulat.

Kemudian mulailah ulat-ulat tersebut berjalan beriringan mengelilingi pot bunga, berputar-berputar dan terus berputar, menit demi menit, beberapa ulat ini terus berputar, jam demi jam belalu, hari demi hari berlalu hingga akhirnya ulat-ulat ini mati karena kelaparan mencari makanan. Padahal pada radius 10 centi dari mereka terdapat banyak sekali makanan kesukaan mereka.

Mereka telah bekerja keras mencari makanan, namun karena masing-masing ulat tersebut memilih untuk “membutakan” mata mereka, pasrah mengikuti ulat didepannya, maka matilah mereka bersama-sama di dekat dengan makanan yang mereka cari.

Banyak setiap insan di bumi tercinta ini menjalani kesalahan yang sama dengan ulat-ulat tersebut, (tanpa bermaksud membanding2kan, hanya sedikit mengambil hikmah dari percobaan Fabre saja)

Banyak insan yang lebih banyak melihat keterbatasan yang terjadi pada lingkungannya ketimbang menggunakan daya dan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Banyak insan yang mengekor pada orang lain, mengekor pada keadaan, mengikuti arus, tanpa mempunyai arah dan tujuan diri sendiri yang jelas. Banyak insan yang tidak menyadari bahwa di sekitar mereka, tidak jauh dari mereka terdapat banyak peluang keberhasilan yang menunggu, namun karena mata “dibutakan” oleh situasi, kondisi, dan lingkungan yang mereka ikuti, mereka tak dapat menangkap peluang sukses tersebut.

Tidak ada yang salah apabila kita mengikuti dan mengekor pada orang, tidak ada yang salah apabila kita memiliki idola dan tokoh favorite, tidak salah juga jika kita bersikap realistis dengan kondisi lingkungan sekitar kita.

Penekanannya hanya pada jawaban jujur dari diri kita atas pertanyaan berikut ini seberapa besar kita memegang kendali terhdap hidup kita?

Feb112008

Pantai Carita, Tukang Bubur dan Refleksi Mimpi

Sabtu malam minggu yang lalu saya dan teman-teman berangkat berlibur ke Daerah Pantai Carita. Karena kami berangkat malam hari, jam 23.00 setiba di penginapan, saya memutuskan langsung istirahat megingat saya telah menghabiskan hari sabtu saya dengan mengurusi seminar yang diadakan oleh perusahaan. Beberapa teman saya ada yang tetap mengobrol hingga larut malam. Namun entah kenapa hati saya ingin cepat2 tidur saja, tanpa ada mood untuk berbicara panjang lebar, tidak biasanya memang..

Saya baru sadar keesokan paginya saya adalah orang yang pertama kali bangun. Sebelum matahari terbit saya tergerak untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Sendirian karena tidak tega membangunkan teman-teman. Maunya sih melihat sunrise, namun apa daya, karena langit mendung. Saya hanya duduk di pasir sambil sesekali merasakan dinginnya air laut di kaki pada pagi hari.

Sambil mendengarkan suara ombak, Entah kenapa pikiran saya jadi menerawang ke beberapa hal, terutama terkait dengan mimpi-mimpi saya yang telah saya tetapkan. Ada rasa getir dalam hati tatkala menyadari masih jauh nya diri ini dari garis finish mimpi yang telah di tetapkan. Ada perasaan sedih mengingat jalan yang saya pilih sungguh terjal dan mendaki. Terlintas benak penyesalan seandainya saya tidak memilih jalan ini, mungkin kondisi nya akan jauh berbeda.

Namun pikiran pikiran negatif tersebut dengan sekuat tenaga saya singkirkan.. pikiran saya justru teringat pada Sinetron yang dulu amat saya gemari, Judulnya Tukang Bubur Naik Haji.. Sebuah sinetron komedi yang Tokoh utama diperankan dengan apik oleh Mat Solar. Mungkin beberapa dari Anda mengetahuinya. Satu hal yang menarik dari sinetron adalah selalu mengingatkan saya akan prinsip prinsip dalam memegang mimpi, meraih mimpi dan mewujudkan mimpi.

Dalam sinetron tersebut, Mat solar memerankan tukang bubur ayam yang memiliki impian untuk pergi ke Mekkah Arab saudi, Naik Haji sesuai dengan tuntunan agamanya, agama islam. Walaupun profesinya hanya lah berjualan bubur ayam keliling, tukang bubur ayam ini–sebut saja Pak Bur–(saya tidak ingat nama perannya) tetap yakin bahwa suatu hari impian nya menjadi kenyataan, Pak Bur yakin asalkan ia berusaha dengan keras, Yang Kuasa akan memberinya jalan untuk menunaikan ibadah haji.

Tindakan pertama pak bur adalah membuka jenis tabungan ongkos naik haji di salah satu bank swasta. Setiap hari, setelah tabungannya aktif, pak bur menyisihkan sisa untung dari jualan bubur ayam nya untuk ditabung, walaupun jumlahnya hanya lima ribu rupiah. lima ribu demi lima ribu dia masukkan setiap hari ke tabungan ongkos naik hajinya.Ketika ditanya teman2 dan langganan nya, kok sering ke bank Pak Bur? ia menjawab dengan semangat, iya, nabung untuk ongkos naik haji, begitu katanya, Terang saja yang mendengar pada ketawa.

Apakah mungkin seorang tukang bubur ayam keliling bisa mengumpulkan uang untuk ongkos naik haji? kalaupun mampu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan uangnya? jangan-jangan sudah keduluan meninggal.. Begitulah persepsi masyarakat Pak Bur, mentertawakan, bahkan tak sedikir orang yang berkata, “jangan mimpi Pak Bur, kerja cuma jualan bubur ayam keliling kok mau naik haji,

Namun Pak Bur tak pernah patah semangat, setiap hari, ketika ia berjualan bubur ayam, Pak Bur sering bercerita kepada pelanggannya tentang keinginannya naik haji, tak henti2nya ia menceritakan mimpinya pergi ke mekkah. Tak henti2nya pula ia berdoa kepada Yang Kuasa agar diberikan rejeki untuk Naik Haji.

Suatu ketika, ternyata tanpa diduga, Yang kuasa memang maha pemurah, Pak Bur memenangkan Undian dari bank tempat ia menabung, dalam jumlah yang cukup besar. Membuat ia menjadi kaya mendadak. Impiannya untuk naik haji menjadi kenyataan. Sungguh Pak Bur bersyukur pada yang kuasa, sebagai wujud syukurya, ia pun mengajak lima orang teman dekatnya untuk naik haji bersama dirinya.
Singkat cerita, setelah pulang naik haji, sifat mulia Pak Bur tetap dipeliharanya, beliau tetap mau berbagi dengan sesama.

———————–

Seringkali kita mengikuti berbagai pelatihan motivasi diri, membaca berbagai buku tentang pengembangan diri, atau bahkan mengikuti seminar dengan biaya jutaan rupiah, pembahasan tentang mimpi selalu menjadi bagian penting.

“miliki mimpi, karena mimpi adalah visi masa depan”
“bermimpilah setinggi langit, raihlah dengan segenap tenaga, dapatkan kesuksesan”
“tanpa mimpi, berarti anda tanpa tujuan”
kira-kira mungkin seperti itulah jargon yang ditekankan

Mungkin kita sangat setuju, kata mimpi, visi, misi dan tujuan dalam kehidupan seseorang memegang peranan yang sangat penting. seseorang tanpa visi hidup, ibarat kapal tanpa nakhoda, tak tau harus berlayar kemana…
seringkali ketika kita mengikuti pelatihan tentang pengembangan diri, kita dituntun untuk menulis tentang mimpi kita..Sang trainer menyuruh kita untuk menuliskan mimpi kita

Maka kita pun menulis mimpi kita…
satu mimpi, dua mimpi, tiga mimpi…sepuluh mimpi… hayo tulis terus mimpi anda, mimpi kan gratis, nggak bayar, begitu kata trainernya… dua puluh mimpi, tiga puluh.. empat puluh… lima puluh….
wahhh… banyak juga mimpi kita… kebebasan financial, punya rumah mewah, punya mobil banyak, dapat liburan keliling dunia, punya istri cantik atau suami ganteng, jadi direktur perusahaan dan sebagainya dan sebagainya…

begitu kita sudah selesa menulis kan mimpi kita,, sang trainer pun dengan semangat nya berteriak..
“Bagus.. Luar biasa… Mimpi hebat, kehidupan hebat.. Anda pasti bisa mencapainya.. Anda pasti Sukses..” teriaknya dengan penuh semangat…
Luar biasa bukan? Apakah ada yang salah?
tidak-tidak ada yang salah….memang seperti itulah gunanya pelatihan diri..

Hanya saja, terkadang daftar mimpi kita hanya berwujud daftar mimpi…mengapa demikian?
ketika kita kembali melihat daftar mimpi keesokan harinya.. dan kita bandingkan dengan keadaan kita sekaran, kita refleksikan mimpi kita dengan kondisi kita, wahh wah wahhh.. mimpi yang mana ni yang mau diwujudkan.. mimpi pertama, hmm.. kayaknya belum bisa ni.. mimpi kedua, masih lama prosesnya, mimpi ketiga, susah juga ya… mimpi keempat, banyak hambatan .. dan seterusnya dan seterusnya…
disadari atau tidak, ketika kita melihat kembali daftar mimpi kita, banyak insan yang justru menjadi minder.. merasa mimpinya terlalu tinggi.. atau merasa mimpinya bisa dicapai dilain waktu,.. atau merasa mimpinya masih lama sekali akan terwujud…

Belum lagi jika bertemu dengan environment kita..
contohnya saja seperti cerita Pak Bur diatas, punya mimpi mau Naik haji, begitu temannya tau, Pak Bur langsung disemprot, Jangan Mimpi Pak.. tukang bubur kok mau naik haji.. ampe kapan ngumpulin duitnya… habislah Pak Bur dikikis nya… Ya.. begitulah lingkungan kita, punya mimpi tinggi, kayaknya seluruh dunia berlomba-lomba menggagalkan mimpi kita.. Punya cita-cita agak aneh sedikit, ribuan orang berusaha “meluruskan kita”..
Hebatnya, kadang-kadang tanpa sadar kita telah dipengaruhi oleh lingkungan kita…kembali ke jalur realistis katanya..

Makanya tak heran banyak orang yang telah ikut pelatihan pengembangan diri, setelah dua tiga bulan, dia ikut kembali, dua tiga bulan berikutnya dia ikut kembali.. di charge ulang,.. begitu katanya , seperti baterai handphone saja..
sayangnya,, semangatnya memang dicharge ulang, tapi daftar mimpinya juga dicharge ulang, yaitu mulai lagi dari nol…

Lantas, salahkah memiliki mimpi?
Seberapa tinggihkah mimpi itu kita buat?
Atau Mimpi yang bagaimanakah yang cocok dengan diri kita?

—————
Kembali kepada cerita Pak Bur..

Mimpi Pak Bur : Naik Haji
Tindakan 1 : mendaftar di bank
Tindakan 2 : berusaha seperti biasa yaitu dengan optimal
TIndakan 3 : membayar tabungan walau 5000 rupiah sehari
Tindakan 4 : menceritakan kepada teman2 dan konsumennya
Tindakan 5 : berdoa dan minta doa dari teman2 dan konsumennya
Tindakan 6 : begitu mendapat hadiah dari bank dan bisa naik
haji..mengajak 5 orang naik haji bersamanya
TIndakan 7 : sepulang naik haji, tetap mulia dengan mau berbagi.

pada cerita diatas Pak Bur hanya punya satu mimpi sederhana..turunannya ada tujuh tindakan..

Lalu bagaimana jika kita punya lima puluh mimpi.. ???
berapa banyak turunan tindakannya..??
cukupkah waktu dalam 24 jam?
cukupkah tenaga kita?
atau masih optimiskah kita?

Mungkin anda pernah merasakan hal yang sama dengan saya.. banyak sekali yang mau saya lakukan, menyelesaikan pekerjaan, mengurus usaha sampingan, membaca buku, mengikuti seminar, menulis, dan sebagainya dan sebgainya,,padahal saya hanya punya waktu 24 jam, lagi dipotong waktu untuk istirahat. Huff.. rasanya banyak sekali pekerjaan kita, rasanya banyak sekali beban hidup kita untuk mencapai mimpi..

semakin lama semakin berat beban hidup..
semakin tinggi mimpi yang kita tulis, semakin berat pula beban hidup kita
semakin banyak mimpi yang kita tulis, semakin banyak pula pekerjaan yang harus kita lakukan…

Maka tak heran jika daftar mimpi hanya selesai di daftar mimpi…
karena begitu menyadari tumpukan beban hidup untuk mencapai mimpi tersebut.. banyak dari kita yang perlahan tapi pasti kembali kepada realitas, begitu pembenaran yang biasa diucapkan…

Hal penting yang biasa dilupakan dari pembahasan mimpi adalah :
dua kata yaitu Trigger dan Value

trigger adalah pelecut api mimpi.. biasanya dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan Mengapa mimpi ini harus saya capai?…Mengapa saya harus memiliki mimpi ini, atau Inikah mimpi yang cocok untuk saya?
trigger yang kuat selalu berjalan seiringan dengan value (nilai-nilai). Value adalah keadaan yang kita yakini dan kita junjung tinggi kualitasnya

dalam contoh Pak Bur, mimpinya adalah naik haji, Triggernya adalah menjalankan perintah agama, value nya adalah nilai2 yang terkandung dalam ajaran islam..
Trigger adalah api mimpi, value adalah baranya..
terkadang kita hanya menulis mimpi tanpa ada trigger yang jelas, tanpa ada relevansi dengan nilai2 yang kita yakini, maka begitu ada setetes air jatuh dari angkasa, api mimpi kita telah padam…
nilai-nilai memberikan fondasi yang kuat bagi insan manusia, nilai-nilai memberikan kekokohan dalam menjalani kehidupan.. nilai nilai menjadi bekal dan kompas dalam lautan kehidupan…

Maka, ditengah deburan ombak saya mulai merenungkan kembali apa trigger yang dulu saya tetapkan
dan Value apa yang dulu saya yakini.. mungkin dalam perjalannya saya melupakan kedua unsur ini

salam
di tengah perenungan diri