Tersebutlah pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang kaya raya. Menikmati segala kemewahan di singgasana kerajaannya. Ia selalu mendapatkan penghormatan dari seluruh penduduk negerinya, dan apapun yang ia inginkan dapat dengan mudah tersedia.
Namun, ada satu hal yang selalu mengganjal di hatinya, ia selalu merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Hidupnya terasa kurang begitu nikmat, bahkan ia selalu merasa jenuh dengan berbagai kekayaan dan kemewahan yang dimilikinya. Repotnya lagi ia tidak tahu apa yang menyebabkannya merasa seperti itu.
Pada suatu hari, ia bangun dari tidur lebih pagi dari biasanya, sang raja ini kemudian berkeliling istana. Ketika sedang berjalan diruang tamu kerajaan yang begitu megah, ia mendengar seorang bernyanyi. Sang Raja pun merasa penasaran, ia mendekati asal suara tersebut. Ternyata seorang pelayan kerajaan sedang membersihkan ruangan sambil bersiul dan bernyanyi. Pelayan itu terlihat begitu bahagia, tanpa beban dan menikmati kehidupannya, tercermin dari wajahnya yang begitu cerah dan ceria.
Saking penasarannya, sang Raja pun memanggil pelayannya tersebut.
” Kau kelihatan sangat bahagia, bagaimana bisa?” tanya sang Raja.
” Tuanku, hamba hanyalah seorang pelayan tuan, hamba tidak memiliki apa apa kecuali istri dan kedua anak hamba yang begitu manis. Setiap hari hamba pulang ke rumah, mereka selalu menyambut hamda dengan perasaan suka cita dan bahagia. Mereka tidak pernah mempermasalahkan penghasilan hamba yang sedikit. Bahkan mereka selalu bersyukur terhadap apa yang hamba bawa pulang. Saya bahagia sebab keluarga saya bahagia.” Papar sang pelayan.
Read More