Keajaiban Memberi dan Menolong Sesama
Sebuah kisah nyata tentang keajaiban memberi saya baca disebuah buku lama pagi ini. Kembali merenungkan berbagai hikmah dan manfaat bersedekah. Terngiang kutipan dialog dalam film Laskar Pelangi.” Hidup ini banyak banyaklah memberi, bukan menerima.”
Pada suatu hari, seorang petani Skotlandia yang hidup miskin mendengar tangisan seorang anak kecil yang terperosok ke dalam lumpur. Sang anak masuk kedalam lumpur yang amat berbahaya. Sang petani tersebut bernama Fleming, ia dengan cepat membantu si anak kecil keluar dari lumpur tersebut. Anak itu pun selamat dan dapat kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya, ayah dari sang anak yang diselamatkan oleh Fleming datang kerumahnya. Sang Ayah ini mengucapkan terima kasih kepada Fleming. Kebetulan ia salah satu orang kaya. Ia menawarkan apa saja yang diinginkan oleh FLeming sebagai ucapan terima kasih atas jasa fleming menyelamatkan anaknya. Namun Fleming dengan rendah hati menolaknya, karena ia melakukan hal tersebut dengan sukarela.
Namun sang ayah dari anak yang diselamatkan ini mengajukan satu permintaan. Karena ia melihat ternyata Fleming juga memiliki seorang anak. Ia melihat kondisi rumah Fleming yang kecil dan kehidupannya yang miskin, pastilah Fleming tidak mampu membiayai sekolah anaknya hingga level universitas. Maka Orang kaya ini menawarkan akan membiayai sekolah anak Fleming hingga level universitas.



Perjalanan Hidup seorang manusia dimulai ketika ia dilahirkan sebagai seorang bayi. Seorang bayi telah diberi kekuatan positif oleh Tuhan untuk terus mencoba dan terus bangkit dari setiap kegagalan.







