Archive for September 2007

Sep262007

Meet Henry Slide

Meet Henry

From: chereemoore, 5 months ago

An aspiring young professional with fine suits and fast cars, it’s fair to say that Henry has a slightly inflated ego. Recently, Henry was given a make-or-break career opportunity – to deliver a stunning presentation. So what did Mr. MBA do?

Within 24 hours he assembled a knockout PowerPoint, complete with a fancy company template and exquisite bullet points. Henry pulled out all the stops. He even made handouts of his slides. It was a recipe for success. So he thinks…

Meet Henry. He doesn’t know any better.

Today we live in a business culture that abuses the art and science of public speaking. It’s a culture where PowerPoint is the norm, reading from you slides is accepted, and wasting everyone’s time is a given. When you think about it, it’s really quite disturbing.

Now… meet Erica. Erica is changing the world.

SlideShare Link

Sep252007

Rumus Sukses

Bagaimanakah cara mencapai sukses?

adalah pertanyaan yang sering terlontar dari setiap insan.. jawabannya beragam, lain penanya dan penjawab, lain pula jawabannya..

namun ada satu rumus yang pernah saya dapatkan dari salah satu pelatihan pemberdayaan diri, rumus sukses ini juga terdapat dalam bebeberapa buku motivasi. Sharing Saja dan Semoga bermanfaat

Rumus tersebut: S = A + B + C + D
Sukses = Alat + Bekerja + Cita-cita + Doa

Rumus ini berlaku bagi setiap insan di muka bumi ini. Perbedaannya nya adalah orang kebanyakan membaca rumus ini dari kiri ke kanan. Sedangkan orang sukses membaca rumus ini dari kanan ke kiri

S = A + B + C + D
Sukses = Alat + Bekerja + Cita-cita + Doa

D + C + B + A = S
Doa + Cita-cita + Bekerja + Alat = Sukses

Apakah ada perbedaanya? tentu saja sangat besar sekali…

Mari kita bahas,

Jika dibaca dari kiri kekanan, makan untuk mencapai kesuksesan, terlebih dahulu harus menemukan alat yang tepat, kemudian bekerja, lalu menyesuaikan dengan cita-cita, langkah terakhir adalah berdoa..

Kebanyakan insan setelah menyelesaikan pendidikannya di universitas ia akan mencari kerja, apakah benar?
kiat pasti menjawab benar, namun jawaban kita sedikit melenceng, umumnya setelah selesai kuliah, insan manusia akan mencari alat untuk mencari kerja, yaitu Koran, koran hari sabtu atau minggu yang banyak iklan lowongannya… Kemudian yang dilihat biasanya adalah iklan yang berbahasa asing, berwarna, berukuran besar, karena asumsi mereka, semakin bersar ukuran iklan maka perusahaan tersebut pasti perusahaan bonafid. Jika perusahaan bonafid, tentu saja pendapatan untuk karyawan mereka semakin tinggi.
Alat mencari kerja lain dewasa ini mungkin adalah internet dan berbagai pameran bursa kerja.

Setelah mendapatkan pekerjaan dari hasil melihat koran setiap hari, maka mulailah mereka menjalani pekerjaan. Mereka mendapatkan gaji, penghasilan, tunjangan dan sebagainya dan sebagainya.. Saat ya mereka mulai bermimpi tentang rumah idaman, mobil mewah, liburan, gaya hidup dan sebagainya, yang ditukar dengan uang dari gaji mereka.. Cita-cita untuk mendapatkan rumah mewah misalnya, disesuaikan dengan penghasilan saat ini dan proyeksi penghasilan di masa yang akan datang.. dengan kata lain, CIta-cita mereka terkurung oleh pekerjaan mereka sendiri.

Setelah puluhan tahun bekerja, akhirnya banyak dari mereka yang sadar bahwa sebagian besar impian mereka belum terwujud. Barulah mereka berdoa kepada Tuhan, kenapa setelah sekian tahun bekerja impian mereka belum terwujud.
Atau mungkin mereka berdoa pada Tuhan agar dosa-dosa yang ia lakukan selama ini diampuni mengingat usia nya yang semakin tua…

Doa + Cita-cita + Bekerja + Alat = Sukses

Insan yang sukses akan memulai segala sesuatu dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ia memohon petunjuk, ridho serta jalan yang akan ia jalani. Insan sukses akan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Setelah berdoa, ia akan merenung dan berpikir, ia menentukan dan menuliskan cita-citanya, ia membuat peta Cita-cita yang ia inginkan. Ia Menuliskan Impian Hidupnya…
Insan sukses menuliskan dan memikirkan dengan sunguh-sungguh iimpiannya, membuat
alasan penting mengapa impian itu harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, mem-break down nya menjadi tujuan yanhg lebih spesifik serta mengukur nya dalam parameter waktu tertentu.

Setelah menetapkan cita-citanya, mereka mulai menetapkan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Mereka percaya bahwa tujuan mereka dapat tercapai. dan mereka bekerja keras untuk mencpainya.
Insan sukses juga menyadari bekerja keras adalah bekerja dengan cerdas, berkerja dengan cerdas adalah bekerja dengan alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Alat ini dapat berupa perkerjaan atau bisnis yang telah mereka canangkan dalam peta impian mereka.

Sep252007

Monyet dan Harimau

Kisah Monyet dan Harimau

Alkisah terdapatlah seorang anak harimau yang tersesat dari kumpulannya semenjak ia kecil. Anak harimau ini kemudian ditemukan oleh seekor monyet, melihat kondisinya yang lemah, maka sang monyet membawa harimau ini ke komunitasnya. Harimau kecil pun dirawat dan dibesarkan oleh sang monyet, selama bertahun-tahun harimau kecil hidup dalam komunitas monyet, makan, minum, bermain dan hidup laksana seorang monyet.

Suatu waktu kumpulan monyet ini–juga sang harimau kecil yang beranjak dewasa–bermain di sebuah pada ng rumput yang luas. Selagi asyik bermain, datanglah sekumpulan harimau-harimau besar… Kontan, para monyet pun lari tunggang langgang, begitu juga harimau kecil tadi…

Harimau besar pun keheranan, mengapa harimau kecil itu lari,batinnya. Maka dikejar lah harimau kecil tersebut, sambil ia berteriak, “heii.. kenapa kau lari harimau kecil.. heiiii…. ” Namun harimau kecil terus berlari ketakutan… harimau besar pun terus mengejar..dan akhirnya harimau kecil pun dapat ditangkapnya.

Harimau kecil pun sangat ketakutan, “jangan makan aku-jangan makan aku,” ujarnya. Harimau besar pun keheranan, “lho, saya tidak akan makan kamu, kamu itu harimau juga, sama seperti saya, harimau kok makan harimau” ujarnya.

“Bukan..bukan..saya monyet,” ujar harimau kecil.

“Kamu harimau!..” ulang harimau besar.

“bukan..saya monyet..saya monyett!!” kata harimau kecil.

Harimau besar terus berusaha menyakinkan harimau kecil, tapi si harimau kecil bersikeras dia adalah monyet.

Akhirnya harimau besar pun membawa harimau kecil ke pinggir telaga. dan menyuruh harimau kecil melihat pantulan dirinya di air. maka, sadarlah ia bahwa wajahnya, kulitnya, bentuk dirinya sama dengan ahrimau besar..”aku adalah harimau” ujarnya….(BU_EU)

***

Bukankah cerita ini merupakan refleksi yang indah tentang potensi manusia. Setiap manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang sama sama memiliki potensi luar biasa–dianalogikan dengan harimau. Ketika seorang bayi lahir, maka ia memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk sukses dan hidup bahagia sebagaimana bayi-bayi lain. Lalu mengapa ketika dewasa tumbuh perbedaan pencapaian. Ada yang sukses ada yang belum sukses.

Salah satu jawabannya adalah tercermin pada kisah diatas, sang harimau yang tumbuh dalam environment yang tidak tepat, terlena dan tidak menyadarinya. Sehingga mengira bahwa ia adalah monyet yang lemah, bukan harimau yang gagah.

Untuk mengembalikan sang harimau tadi, dibutuhkan Mentor yang menyadarkan, (dalam hal ini sang harimau besar). Proses nya dapat berupa pembelajaran, sharing, cerita, hingga pada proses pembuktian. Jikalau saat ini kita merasa seperti sang harimau kecil, maka beruntunglah kita saat ini karena ‘harimau-harimau besar’ telah banyak terdapat di berbagai toko buku, seminar, pelatihan, cd audio, dvd motivasi, mentor yang berpengalaman hingga Professoor Google yang luar biasa. Kuncinya hanya membuka RAS dalam otak kita. Open Mind! Semoga Kisah Monyet dan Harimau ini dapat menginspirasi kita semua.